Dasar-Dasar Negara Hanya Sebagai Topeng

0
604
Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abu Hapsin, Ph.D

Semarang, nujateng.com- Agama merupakan hal yang indah, tetapi kalau jatuh ke tangan yang salah, akan sangat membahayakan, yaitu agama akan berhubungan dengan suatu bentuk kekerasan.

Kalimat tersebut disampaikan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Abu Hapsin,  dalam sambutannya di acara Harlah IPNU yang ke 62 di Pendopo Kabupaten Kendal, kemarin.

Abu Hapsin, menjelaskan bahwasanya, gerakan radikalisme bisa disebabkan oleh agama yang fitrahnya mencintai kedamaian. Hal ini dikarenakan salah pemahaman dalam memandang agama.

Selain itu, “tangan yang salah” adalah mereka yang memahami agama secara kaku, absolutis. Karena tidak memberi ruang dialog bagi yang berbeda pandangan. Dan parahnya mereka memakai topeng, dengan cara menerima dasar-dasar negara, untuk sebatas kedok.

“Meskipun mereka ada yang menerima pancasila, namun itu hanya sebagai kepatuhan semu,” paparnya.

Sementara itu, Ka.Kanwil Kemenag Jateng,  Ahmadi, mengatakan, jika ada isu-isu agama yang melenceng, maka yang dipertanyakan adalah pendidikan yang dalam hal ini adalah pelajar. Untuk itu ia merasa bangga kepada IPNU yang turut serta membuat agenda-agenda dalam rangka menangkal radikalisme.

“Kementerian Agama juga bertugas menjelaskan pemahaman agama yang baik agar tindakan radikalisme dapat dicegah. Kita berupaya mewujudkan materi di lembaga pendidikan yang berbasis Islam rahmatan lil alamin” tambahnya.

Selain itu juga menjalin kerukunan dengan sesama adalah hal yang penting. Hal ini karena Jawa Tengah merupakan wilayah yang paling multikultural, sehingga potensi-potensi konflik menjadi lebih besar. [Muhammad Zulfa/003]