Cinta Memembus Batas Dimulai dari Dialog

0
794
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Abu Hapsin (paling kiri) saat memberikan materi dalam diskusi "Cinta Menembus Batas". Foto Abdus Salam

Semarang, nujateng.com Cinta itu universal, Tuhan saja mengedepankan rahman dan rahim, umatnyapun harusnya juga mengedepankan cinta dan kasih sayang, kalau ada yang menyimpang itu bukan ajaran sejati, ketika Tuhan meminta berahlak  seperti Tuhan, itu wajar.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Abu Hapsin, dalam diskusi “Cinta Menembus Batas” yang diselenggarakan oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di Semarang Town Square, Senin (22/2).

“Manusia itu diciptakan dari ruh spirit Tuhan, manusia diciptakan dari image Tuhan. Maka sebenarnya  sangat wajar kalau Tuhan meminta manusia untuk berakhlak seperti Tuhan,” jelas Abu Hapsin

Lebih lanjut,   Pengurus FKUB Jawa Tengah ini juga memberikan masukan kepada masyarakat  untuk melakukan  dialog, karena dialog adalah salah satu cara menunjukkan cinta, tapi juga harus dengan memilah-milah.

“Cinta menembus batas itu harus dimulai dengan dialog,”tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Hubungan Antar Umat Beragama Keuskupan Agung Semarang (KAS), Aloysius Budi Purnomo, mengatakan bahwa untuk bisa mendapatkan cinta tanpa batas  bisa dimulai dengan pertemuan seperti ini (dialog red). Selain itu dengan dialog aksi maupun dengan bersilaturrahim.

“Saya sering bersilaturrahim ke beda agama, pernah sowan ke Gus Mus,  Habib Lutfi dan tokoh agama lainnya,” jelasnya.

Ditambahkan pula, aksi nyata yang dilakukannya yaitu dengan berdoa bersama lintas agama, berdoa bersama dengan tujuan perdamaian.

Dalam diskusi tersebut, diramaikan dengan nyanyian dari Romo Budi, sapaan akrabnya, dengan seksofone sebagai keahliannya dalam bermusik. [Abdus  Salam/003]