Ribuan Santri Larut dalam Manaqib Kubro Syekh Abdul Qodir

0
1186
Manaqib Kubro Syekh Abdul Qodir . Foto: Ben Zabidy

 

Demak, nujateng.com- Ribuan jamaah putri menghadiri Manaqib Kubro yang digelar Jam’iyyah Manaqib Pimpinan Nyai Hj. Sa’adah Muslih Abdurrahman,  di halaman Ponpes Futuhiyyah Mranggen, Ahad (17/1).

Ketua Panitia Pelaksana Manaqib Kubro, Hj. Nadliroh Muhibbin Al Hafidhoh, mengucapkan syukur atas terlaksananya acara Manaqib Kubro tahun ini, walaupun tanpa kehadiran Nyai Hj. Sa’adah Muslih Abdurrahman yang sedang sakit. Ia meminta kepada jamaah untuk mendoakan kesembuhan dan kesehatan beliau dengan membaca surat Al Fatihah.

“Alhamdulillah hampir semua santri dan alumni dapat hadir disini. Selain sebagai wujud cinta kita kepada Syeikh Abdul Qodir Al Jilani, acara Manaqib Kubro ini juga bertujuan sebagai media berdo’a secara massal dan sebagai wahana silaturahmi antar alumni yang mengaji kepada Nyai Hj. Sa’adah Muslih,” paparnya,

Pembacaan Manaqib Syeikh Abdul Qodir Al Jilani dengan memakai Kitab Manaqib An Nurul Burhani, sebuah kitab terjemah dan syarah manaqib Syeikh Abdul qodir Al jilani yang disusun oleh Syeikh Muslih Abdurrahman Al Maraqy,  dilaksanakan oleh santri huffadz manaqib secara bergantian dan diikuti secara seksama oleh para jamaah yang hadir sampai selesai.

Mauidhoh hasanah, KH. Syarofuddin Husain menyampaikan tentang perjalanan hidup Syeikh Abdul Qodir Al Jilani dan peranan seorang ibu.

“ Diceritakan bahwa Ibu beliau adalah seorang Ibu yang menjaga mata, telinga, lisan dan angoota lainnya dari melakukan perbuatan maksiat yang berakibat dosa. Maka, wajarlah apabila putra beliau yang dikenal syeikh Abdul Qodir Al Jilani ini menjadi seorang Wali Allah SWT yang masyhur dan tinggi ilmunya,” tutur Kyai dari Semarang ini.

Oleh karena itu, ia menganjurkan kepada para jamaah untuk senantiasa meningkatkan keimanan kepada Allah SWT dan memandang berat tiap-tiap kesalahan yang telah dilakukan dengan menebus kembali kesalahan tersebut semata-mata mencari keridloan Allah SWT, sehingga kelak keturunannya menjadi generasi penerus zaman yang sholeh sholehah.

Jamaah putri yang hadir dari dalam dan luar kota Mranggen Demak serta santri putri yang berada di sekitar pondok pesantren kampung Suburan, yakni Ponpes Al badriyyah, Ponpes Al Mubarok, Ponpes Al Amin, Ponpes Nurul Burhany. [Afrida Dwi Rahmawati dan Ben Zabidy/003]