Program Gotong Royong Mampu Menangkal Radikalisme

0
696
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar . Foto: Wahyu Wenning

Jakarta,nujateng.com– Membentuk dan mengembangkan program gotong royong dinilai mampu menangkal radikalisme. Hal ini disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Marwan Jafar. Menurutnya, sikap gotong royong masyarakat desa, adalah kunci untuk menutup celah paham radikalisme masuk pedesaan.

“Mulai sekarang perangkat desa harus memikirkan program-program apa saja yang dapat memperkuat kebersamaan. Budaya gotong royong di desa-desa harus dipertahankan, karena ini adalah kunci kita untuk menutup celah masuknya paham-paham radikal,” ujarnya.

Marwan menjelaskan, ajaran yang diterapkan oleh paham radikal adalah ajaran yang menghapus sikap toleransi. Dengan demikian, masyarakat desa akan dengan mudah terlibat konflik. Sehingga menurutnya, hal yang paling efektif untuk menangkal radikalisme adalah dengan melaksanakan program-program yang dapat mempertahankan rasa kebersamaan masyarakat desa.

“Teorisme ini adalah puncak dari intoleransi. Sedangkan intoleransi adalah titik awal dari terorisme. Maka dari itu, kunci untuk menangkal ini hanyalah dengan sikap gotong royong. Kalau kebersamaan masyarakat sudah terkunci, tidak akan ada lagi teroris yang bisa masuk,” tegasnya.

Selain itu, dirinya juga akan mendorong suprastruktur desa dan pranata-pranata sosial desa, untuk turut terlibat memberantas terorisme.

“Semua perangkat desa harus terlibat aktif menangkal radikalisme ini. Bahkan kelompok-kelompok di luar perangkat desa, harus terlibat aktif juga,” ujarnya.[003/003]