Muslimat NU Harus Jadi Pelopor Keluarga Sejahtera

0
623
Foto Bersama: Unsur Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, dan perwakilan Pimpinan Cabang Muslimat NU Jateng foto bersama usai penutupan Konferwil PW Muslimat NU Ke VII di Hotel Siliwangi Semarang, Minggu (27/15/15). [Foto: Ceprudin]

Semarang, nujateng.com Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, urusan rumah tangga merupakan tanggung jawab bersama. Dalam hal ini, Muslimat harus menjadi pelopor keluarga sejahtera. Laki-laki, katanya, juga mempunyai tugas domestik penting dalam membina keluarga.

“Membina rumah tangga itu Jangan sampe menggunakan filosofi ayam. Kalau jantan habis kontribusi, lalu pergi,” canda Menteri Sosial ini pada sambutan pembukaan, Konferwil ke VII PW Muslimat NU Jateng, di Hotel, Siliwangi Jl. Mgr Soegijopranoto Sj No. 61 Semarang, Sabtu, (26/12/15).

Pada kesempatan pembukaan hadir jajaran PP Muslimat NU, Ketua PWNU Jateng, H Abus Hapsin, MA, Ph.D dan Sekretarisnya Dr H M Arja Imroni. Hadir juga Ketua LP Maarif NU Jateng, Agus Sofwan Hadi.

Mensos menambahkan, jika rumah tangga menggunakan filosofi ayam, betinanya bertelor hingga menetas dan menjadi ayam, jantannya tak tahu entah dimana. Konsep seperti ini, kata dia, tidak baik untuk keluarga.

“Jangan begitu, sekarang mari bapak kembali ke rumah. Maksudnya, tugas-tugas teologi dan ketauhidan menurut al-Quran itu tugas bapak. Tugas rumah, jangan ditimpakan semua kepada ibu dong. Nah, Pemprov Jateng juga harus mencerahkan soal ini kepada bapak-bapak yang lain,” sarannya, kepada Plt Asisten 3 Sekda Jateng yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Mantan Ketua BKKBN ini menambahkan, zaman sekarang anak-anak harus dikawal betul. Ketika keluar rumah yang diawasi, jangan sampai ikut-ikutan seperti anak muda sekarang.

“Masa ada perayaan tahun baru, diundang ke hotel, gunakan pakaian bikini di samping koma renang. Nah, supaya tidak ikut-ikutan beginian, tugas pengawalan anak utamanya pada bapaknya. Ini juga bukan berarti, ibu-ibu lepas tangan soal mendidik anak,” paparnya.

Harus Mandiri

Menurutnya, ibu-ibu Muslimat mempunyai peran penting untuk menyadarkan masyarakat dalam hal tanggung jawab bersama dalam mengurus rumah tangga. “Peran publik ibu-ibu ketika keluar rumah, harus diimbangi dengan peran bapak yang mengurus wilayah domestik. Perimbangannya begitu, supaya keluarga tetap terjaga. Jadi, harus ikhlas bapak menjadi bapak rumah tangga,” tandasnya.

Senada dengan itu, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Jateng, Prof. Ismawati al Hafidz juga menekankan pentingnya keluarga mandiri. “Kedepan, Muslimat harus menjadi pelopor keluarga yang religius dan mandiri,” katanya pada kesempatan pembukaan.

Ketua PWNU Jateng Abu Hapsin, MA, Ph.D dalam sambutanya menyampaikan, banyak program-program Muslimat yang nyata bermanfaat bagi kemajuan bangsa. Senada dengan Mensos, keberadaan Muslimat, dalam kondisi bangsa yang bilateral, menuntut ibu-ibu juga terampil dalam masalah publik.

“Ibu-ibu tidak hanya fokus pada urusan domestik, namun persoalan-persoalan publik. Kami merasa terbantu dengan adanya Muslimat,” paparnya. Pada kesempatan Konferwil ini, selain kegiatan rangkaian Konferwil seperti sidang pleno, pertanggungjawaban, dan pemilihan ketua juga akan diadakan mujahadah bersama. [Ceprudin/002]