Menteri Marwan Himbau Aparat Desa Gencar Sosialisasi Anti Radikalisme

0
650
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar . Foto: Wahyu Wenning

 

Jakarta, nujateng.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar ikut berbelasungkawa terhadap korban insiden ledakan bom bunuh diri dan penembakan di pos polisi sekitar gedung perbelanjaan Sarinah, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/1).

“Saya berbelasungkawa kepada korban ledakan bom bunuh diri dan penembakan di Sarinah. Saya juga mengutuk keras prilaku keji tersebut,” katanya.

Marwan menjelaskan, kelompok teroris hanya bisa dibasmi bila semua komponen bangsa bersatu memeranginya. Agar pergerakan mereka semakin sempit, maka harus ada gerakan nyata dari struktur paling bawah yakni desa.

“Melawan mereka tak bisa hanya diserahkan kepada aparat polisi dan BIN  saja. Tapi semua pihak harus bahu-membahu melawan kelompok teroris. Ini akan efektif bila struktur paling bawah di desa juga membuat gerakan melawan terorisme,” ujarnya.

Karena itu, Marwan mengimbau aparat desa hingga RT/RW segera melakukan gerakan konkrit melawan terorisme. “Aparat desa harus membuat gerakan nyata. Contohnya, mensosialisasikan soal bahaya gerakan radikalisme yang berujung tindakan teror. Mengidentifikasi pendatang baru yang cenderung tertutup, mengawasi kelompok yang mengajarkan radikalisme dan segera berkoordinasi dengan aparat berwajib bila melihat gerakan-gerakan yang mencurigakan,” tegas dia.

Langkah-langkah itu menurut politikus PKB ini diyakini efektif mempersempit kelompok teroris. “Kalau itu dilakukan, saya yakin kita bisa melawan teroris,” tukasnya.[003/003]