Harlah NU ke-90, Marwan: Gerakkan Cinta NKRI ke Desa-Desa

0
774
Foto: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, menerima nasi tumpeng dari Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj, dalam acara Harlah NU ke-90, yang digelar di pelataran. Foto: Wahyu Wenning.

 

Jakarta, nujateng.com– Keutuhan negara kesatua republik Indonesia dengan idiologi pancasila sebagai landasan adalah harga mati. Karena itu, Nahdlatul Ulama sebagai organisasi masyarakat (ormas) terbesar di Indonesia secara konsisten berjuang untuk menanamkan ideoligi ini ke desa-desa agar dihayati dan diamalkan.

Kerja menanamkan pancasila dan merekatkan NKRI ini pun dijalankan bersama-sama dengan Menteri Desa,Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar.

Sebagai Nahdliyin sejati, Marwan sangat memahami bahwa pemahaman tentang Islam nusantara sangat efektif dalam menanamkan pemahaman pancasila bagi masyarakat di desa-desa.

“Inilah sebabnya, kita harus menggaungkan cinta NKRI baik secara fisik maupun idiologi ke desa-desa. Jangan sampai globalisasi membuat kecintaan pada tanah air tergerus,” ujarnya saat menghadiri Haul NU ke-90 di Jakarta, Sabtu (30/1) malam.

Marwan menambahkan, Nahdliyin yang mayoritas berada di kampung-kampung harus kembali merefleksikan makna pancasila dan NKRI yang harus terus dihidupkan. Apalagi NU juga memiliki Pagar Nusa yang mampu bergerak tangkas mengawal pancasila dan menangkal radikalisme.

“Pagar Nusa sebagai pendekar NU harus segera dimunculkan disleuruh Provinsi Indonesia hingga ke desa-desa,” imbuhnya.

Pria Kelahiran Pati, Jawa Tengah ini yakin bahwa Pagar Nusa mampu menggaungkan gerakan cinta NKRI baik secara fisik maupun ideologis. “Saran saya, gerakan ideologis cinta NKRI dimulai dari desa-desa. Saya sangat yakin ini bisa,” jelasnya.[003/003]