RMI Jateng Kembangkan Pesantren Lebih Baik

0
1011
Ustadz Ali Dede (dua dari kiri) bersama Pengurus RMI NU Jawa Tengah, (26/12). [Foto: Zulfa]

Semarang, nujateng.com- Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Jawa Tengah menerima kunjungan dari Pengasuh Pesantren Sulaimaniyyah Turki di Jawa Tengah Ustadz Ali Dede Al Hafidz. Silaturahim ini menjadi follow up lanjutan dari kunjungan RMI Jawa Tengah ke Pesantren Sulaimaniyah Turki di Jakarta 2 Desember lalu guna pengembangan pesantren di Jawa Tengah.

“Kita perlu belajar kepada Pesantren Sulaimaniyah diantaranya pada manajemen tata ruang yang efektif, manajemen lingkungan dan kebersihan berbasis santri, dan tentu saja pada terobosan metode tahfidznya,” tutur Sekretaris Pengurus RMI Jawa Tengah, Mandzur Labib, (26/12).

Dalam tata ruang, pesantren ini berhasil menunjukkan dengan jumlah luas tanah terbatas bisa mewujudkan ruang yang berfungsi maksimal. Sulaimaniyah juga mampu menghadirkan sistem kebersihan yang baik dengan tetap melibatkan santri sebagaimana umumnya pesantren, bukan tenaga khusus. Sedangkan dalam metode tahfidz Sulaimaniyah memiliki metode khusus “turki usmani”.

Pesantren yang berbasis tahfidz ini memiliki berbagai kekhasan dan keunikan sendiri dalam menerapkan pengajaran dan pendidikannya. Selain itu, tata letak dan ruang pesantren menjadi daya tarik sendiri dengan konsep minimalis mampu berfungsi dengan maksimal.

“Kita bisa membuat tata ruang yang efektif dan efesien untuk pesantren yang kita miliki,” ungkap Abu Choir.

Anggota Departemen Pengembangan Ekonomi RMI Jawa Tengah ini menambahkan, bahwa dengan tata ruang yang sedemikian rupa bisa menghemat biaya dan luas tanah. Sehingga asumsi untuk mendirikan pesantren harus memiliki tanah luas bisa bergeser dengan menejemen yang seperti ini.

Dengan efektifitas dan efesiensi bangunan fisik inilah memperngaruhi banyak aspek lain di pesantren. Salah satunya terkait manajemen kebersihan dan lingkungan pesantren sesuatu yang masih menjadi momok sebagian besar pesantren.

“Atas dasar hal tersebut kita juga sedang merencanakan untuk membuat gerakan pesantrenku bersih pesantrenku keren (PBPK),” tambah Abu Choir yang juga dipercaya sebagai ketua program.

Pengurus RMI Jateng berharap dengan adanya jalinan silaturahim yang baik dengan pesantren Sulaimaniyyah ini, di masa yang akan datang bisa bekerjasama dalam berbagai sektor. Ustadz Ali dengan tangan terbuka menyambut baik berbagai bentuk kerjasama dengan pesantren di bawah naungan RMI Jateng.

Perlu diketahuai bahwa pesantren Sulaimaniyyah ini berada di bawah Yayasan Pusat Persatuan Islam di Indonesia atau United Islamic Cultural Center of Indonesia (UICCI). Pesantren Sulaimaniyyah yang berpusat di Turki ini telah memiliki cabang 6000 di dunia. Sementara di Indonesia telah lebih 22 cabang mulai di Jakarta, Jogjakarta, Medan, Puncak, Bandung, Surabaya, Semarang, Aceh, Klaten, Sukabumi, Temanggung, dan Pangkalan Bun. [Zulfa/002]