Pelajar NU Sukorejo Perkuat Kaderisasi

0
680
Para santri dan pelajar sedang serius mendengarkan materi. Foto: Sukron

Kendal, nujateng.com- Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul
Ulama (IPPNU) Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal bertekad memerangi kenakalan dan memperkuat kaderisasi dikalangan pelajar dan santri di wilayah Sukorejo. Hal ini diungkapkan Ketua IPNU Sukorejo, Budi
Irwanto saat menghadiri kegiatan Turba (turun ke bawah) ranting Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo di TPQ Uswatun Khasanah, Sabtu (12/12).

Menurut Budi, pelajar sekarang masih banyak yang terpengaruh lingkungan dan pergaulan negatif, sehingga banyak menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.

“Masa ramaja (pelajar) merupakan masa keemasan, harusnya bisa dimanfaatkan dengan hal-hal yang positif,” ujar Budi.

Lebih lanjut, ditambahkan Budi, harusnya berpikir agar bisa berprestasi dan membanggakan orang tua serta sekolah. Namun kenyataannya banyak pelajar yang justru merasa bangga apabila memiliki gadget yang bagus
dan terlena dengan kemajuan teknologi, ketimbang harus memikirkan prestasi. Apalagi dengan kemunculan sosial media, yang menjadi sebuah keharusan untuk ‘selfie’ dan update status sehingga menambah rasa malas untuk belajar.

“Kita berusaha menularkan hal-hal positif dan bermanfaat melalui organisasi dengan menggandeng sebanyak-banyaknya para pelajar. Karena kita yakin masih ada anak-anak yang baik dan berprestasi dikalangan Nahdliyin,” Tandas Alumni STAINU Temanggung ini.

Para pelajar dan santri, khususnya dikalangan Nahdliyin, merupakan sasaran yang harus digali guna menumbuhkan kader-kader yang berkompeten untuk membangun IPNU-IPPNU ke depan. Tidak sedikit tokoh-tokoh besar di Sukorejo dan Kabupaten Kendal lahir dari IPNU-IPPNU.

“Kita satukan tekad untuk tetap mengawal kaderisasi di kalangan pelajar dan santri. Tokoh besar yang ada di pemerintahan maupun kalangan pengusaha banyak yang lahir dari IPNU-IPPNU.” Tandas Budi.

Sekretaris IPNU Sukorejo, Sukron menambahkan, pelajar dan santri merupakan tonggak pondasi ke depan organisasi yang ada di Nahdlatul Ulama. Tanpa kemunculan kader dari IPNU-IPPNU, organisasi di atasnya akan timpang akibat kekurangan kader.

“Jangan remehkan kaderisasi di IPNU-IPPNU, karena semua kader di atasnya berawal dari IPNU dan IPPNU,” ujarnya.

IPNU-IPPNU, lanjut dia, masih sangat kental menjunjung sikap kekeluargaan dalam hal apapun. Khususnya dalam bidang kaderisasi yang mengutamakan keterbukaan tanpa paksaan sedikitpun.

“Organisasi di Nahdlatul Ulama khususnya IPNU-IPPNU itu mengutamakan asas kekeluargaan. Oleh sebab itu kita upayakan pendekatan kepada calon kader secara kekeluargaan pula,” Tandas Alumni Pondok Pesantren Darul Amanah ini. (Sukron/003)