Konferwil Muslimat NU Jateng Dibuka Menteri Sosial

0
860
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU didampingi Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah Prof. Hj. Ismawati Al Hafidz dalam membuka acara “Konferensi Wilayah Ke VII Muslimat NU Jawa Tengah” di Hotel Siliwangi Semarang, Sabtu (26-27/12). [Foto: Ceprudin]

Semarang, nujateng.com- Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah menggelar Konferensi Wilayah Ke VII di Hotel Siliwangi Jl. Mgr Soegijopranoto Sj No. 61 Semarang, Sabtu-Minggu (26-27/12).

Pemilihan Ketua Muslimat tahun 2015 ini dibuka Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang juga Pengurus Pusat Muslimat NU.

“Pada Konferwil ini kami mengambil tema Peningkatan Religiusitas dan Kemandirian Muslimat NU,” kata Ketua Panitia Konferwil PW Muslimat NU Jateng, Munawaroh Nurhadi, Jumat (25/12).

Menurut informasi yang dihimpun, ada dua kandidat yang akan maju pada Konferwil ini yakni Incumben Prof. Ismawati Al Hafidz dan Dra. H Zuhar Mahsun MSi, yang semula menjabat sebagai Ketua 1 Pengurus Wilayah Muslimat NU Jateng.

“Peserta Konferwil terdiri dari 38 pengurus cabang termasuk Cabang Cepu Kabupaten Blora, Cabang Lasem Kabupaten Rembang, dan Cabang Sokaraja Kabupaten Banyumas,” jelasnya.

Pada pembukaan, hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua PWNU Jateng KH Abu Hapsin, Ph.D.

“Sesuai dengan tema Konferwil ini, fokus kegiatan yang akan dibahas yakni soal kesehatan dan kesejahteraan. Perempuan kedepan harus mandiri. Perempuan jangan mengeluh, berkeluh kesah. Justru perempuan harus menjadi penyemangat bangsa,” tuturnya.

Muslimat, katanya, harus siap menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Muslimat harus mendororng kepada kesiapan perempuan untuk MEA.

“Mudah-mudahan terpilihnya ketua nanti mampu mengantarkan organisasi yang religius dan mandiri,” tambahnya.

Perempuan yang akrab disapa, Bu Mun ini menambahkan, tugas konferwil, ada evaluasi 5 tahun yang lalu. “Jadi dalam evaluasi ini kalau ada prestrasi diapresasi, kalau ada yang belum maksimal ya dicarikan solusinya,” paparnya.

Pada pemilihan-pemilihan sebelumnya, katanya, ibu-ibu Muslimat lebih disibukkan dengan memilih ketua. Namun, katanya, pada Konferwil ini diharapkan lebih fokus pada rencana kerja.

“Apalagi ini momennya Maulid Nabi berarti kita harus mencontoh Nabi Muhammad SAW dimana perintah pertama membaca. Ya membaca dengan hati, mata dan wahyu tertulis dan tidak tertulis,” katanya.  [Ceprudin/002]