Ganjar: Pancasila Benteng Toleransi

0
770

Semarang, nujateng.com – Paham radikal sudah sulit diterima oleh akal sehat, paham ini sudah menjadi ancaman. Seperti yang terjadi di Paris belum lama ini yang  banyak berjatuhan korban masyarakat sipil, ada penembakan anggota Polri yang diindikasi dilakukan teroris yang ada di Indonesia.

Hal tersebut diungkapan Gubenur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam sambutannya yang dibacakan Asissten 3, Taufik Hidayat dalam pembukaan Seminar dan Lokakarya, yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kementerian Agama Republik Indonesia, Rabu (2/12).

Ganjar, melalui asissten 3 menegaskan kepada seluruh element masyarakat mulai dari pemerintah pusat, tokoh agama sampai pengurus RT agar berhati-hati dan mengubah paham radikal yang mulai menyebar di Indonesia dan mewaspadai segala hal-hal yang mencurigakan.

“Ini kewajiban bersama untuk mencegah paham radikal ini, dari  pemerintah pusat, tokoh agama dan masyarakat dan ormas islam, pimpinan kampus, hingga ketua RT dan RW seluruh komponen harus berperan aktif menanggulangi paham radikal ini,” terangnya dalam sambutan yang dibacakan Asissten 3 tersebut.

Gubernur juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan harus mewaspadai penyebaran radikal atas nama agama yang tujuannya ingin memecah belah Republik Indonesia.

“Islam itu  cinta damai, praktek selama ini di Indonesia  sudah terintegrasi dengan umat islam yang utama, yang memiliki komitmen NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, Pancasila merupakan benteng yang toleran, ini tugas mulia, Pancasila yang menyatukan kita dari sabang sampai merauke, kita mulai dengan bersama-sama kebesaran bangsa, baik dalam proses hukum baik deradikalisasi,” jelasnya. [Abdus Salam/003]