Mbah Siradj, Perintis NU Solo yang Pluralis

0
1414
Peringatan Haul Kiai Ahmad Siradj Umar ke-56 di Kompleks Pesantren As-Siraj yang terletak di Jl. Honggowongso RT 04/ RW 08 Panularan Solo. Foto: AJie

Solo, nujateng.com– Ribuan jamaah hadir dalam acara Haul Kiai Ahmad Siradj Umar ke-56 di Kompleks Pesantren As-Siraj yang terletak di Jl. Honggowongso RT 04/ RW 08 Panularan Solo, Ahad (8/11) malam. Haul Mbah Siraj ini diperingati setiap 27 Muharram 1435 H.

Kiai Siradj Umar atau biasa dikenal dengan nama Mbah Siradj merupakan salah seorang ulama besar Solo,  bahkan oleh banyak orang diyakini sebagai seorang waliyullah dengan beberapa karomah yang dimilikinya.

KH Siradj yang termasuk sebagai perintis NU di Kota Solo, juga tercatat pernah mengikuti Kongres I NU yang diadakan pada bulan Rabi’ul Awwal 1345 H/ 21-23 September 1926 di Hotel Muslimin Peneleh Kota Surabaya. Ketika itu, ia datang bersama KH Mawardi sebagai utusan golongan ulama muda dari Kota Solo.

Dalam peringatan haul Mbah Siradj tersebut, dibacakan manaqib tentang riwayat hidupnya. Salah satu cicit Mbah Siradj, Agus Taufik, menjelaskan kakek buyutnya dikenang dan didoakan karena jasanya menyebarkan agama Islam dengan cara humanis dan pluralis.

“K.H Siradj tidak pernah membedakan agama atau suku saat bergaul. Beliau punya banyak kawan. Agenda malam ini untuk mempersatukan umat dan menjaga ajaran beliau tentang pluralisme yang mirip dengan ajaran Gusdur,” jelasnya.

Selain Kiai Siradj, dalam kesempatan tersebut turut diperingati haul keturunannya yaitu KH Shoimuri (pernah mengemban amanah Rais Syuriyah PCNU Boyolali) dan KH Mubin Shoimuri (Ketua PCNU Solo). [Ajie Najmuddin/003]