PBNU Tak Anggap Masalah Kritikan  Soal Hari Santri

0
701

Semarang, nujateng.com –  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tak ambil pusing dengan sikap “cemburu” dari organisasi sosial keagamaan lain yang mempotes hari santri nasional pada 22 Oktober 2015. PBNU menganggap kritik yang disampaikan bukan masalah.

“Sebelum dipermasalahkan, Keppres hari santri nasional didahului dengan focus group discussion (FGD) yang diikuti oleh 13 Ormas Islam, termasuk yang ormas yang terus mengkritik itu,” ujar Sekretaris Jendral PBNU, Helmy Faizal Zaini seusai mengawal kirab budaya di pondok pesantren al-Itqan, Semarang.

Zaini menilai kritik yang dilancarkan ormas lain tidak pada substansi hari santri, melainkan perbedaan tanggal antara 1 muharram dengan 22 Oktober. Lantaran ingin mencari kekhasan, maka tanggal 22 Oktober yang dipilih sebagai hari santri.

“Gak lah. Saya kira nanti akan faham sendiri, dan tidak  menjadi masalah. Seperti kata Gubernur (Ganjar), kita jangan terlalu dikotak-kotakkan,” ujarnya. (Nazar Muhammad/003)