Pawai Sambut Hari Santri, MA Futuhiyyah 2 Mranggen Gelar Kirab Santri

0
948
Para santri dan siswa MA Futuhiya Mranggen adakan kirab santri. Foto: Ben

Demak, nujateng.com- Ratusan siswa dan santri MA Futuhiyyah 2 Mranggen Demak  memeriahkan dan merayakan Hari Santri Nasional (HSN) yang sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 22/10/2015 yang diatur dalam Keppres Nomor 22 Tahun 2015.

Dalam penyambutan Hari Santri Nasional (HSN)  para santri dan siswa juga para guru menyelenggarakan apel santri dan pawai kirab Hari Santri di halaman madrasah dan pawai di seputar Suburan pada Kamis (22/10).

Kepala madrasah, Helmi Wafa, menyatakan bahwa penetapan hari santri merupakan penegasan atas perjuangan peran santri yang besar dalam perjuangan kemerdekaan. Tanggal tersebut merupakan tanggal ketika Kiai Hasyim Asy’ari mengumumkan fatwanya yang disebut sebagai Resolusi Jihad. Resolusi Jihad yang lahir melalui musyawarah ratusan kiai dari berbagai daerah tersebut merespons agresi Belanda kedua. Resolusi itu memuat seruan bahwa setiap muslim wajib memerangi penjajah. Para pejuang yang gugur dalam peperangan melawan penjajah pun dianggap mati syahid.

“Dengan ditetapkannya hari santri menandakan peran pesantren yang turut serta dalam membela kemerdekaan Indonesia semakin diakui,” terangnya.

Sementara itu salah seorang  guru, Lukman Hakim, mengatakan bahwa peran pesantren sebagai lembaga pendidikan semakin diperkuat sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Pesantren, juga merupakan bagian dari pendidikan nasional yang perannya kerap ditunggu-tunggu masyarakat. Hari Santri sebagai hari nasional merupakan upaya untuk meneguhkan bahwa kontribusi santri dan pesantren selama ini di Indonesia memang layak mendapatkan apresiasi monumental dari bangsa. [Ben Zabidy/003)