NU Jepara Haramkan Pembakaran Hutan

0
731
Bupati Ahmad Marzuki memberikan sambutan sebagai shahibul bait dalam bahtsul masa’il pra-Konperensi Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jepara ke-31 di Pringgitan Pendopo Ahad (25/10) lalu. Foto: Zakariya

Jepara, nujateng.com – Bertempat di Pringgitan Pendopo Kabupaten Jepara, PCNU menggelar bahtsul masa’il pra-Konperensi Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jepara ke-31. Kegiatan ini diikuti para kyai dan ulama NU dari 14 MWC NU se-kabupaten Jepara, Ahad (25/10).

Bupati Jepara, H. Ahmad Marzuki dalam sambutan selaku shahibul bait  menyatakan mendukung kegiatan bahtsul masa’il yang mengambil tema memberi solusi untuk ummat.

“Kami sangat menghormati peran serta para ulama dan kyai dalam memberikan jawaban hukum atas permasalahan yang dihadapi masyarakat”, ungkap Marzuki.

Sementara itu, KH Noor Rohman Fauzan, yang mewakili Rais Syuriyah PCNU mengharapkan kerja sama dengan pemerintah ini bisa terjalin dengan baik. “Ke depan, saya rasa akan lebih baik lagi jika dalam mengambil kebijakan di daerah, pemerintah mendengarkan kajian hukum agama dari para kyai sebagai proses konsultasi publik”, tuturnya.

Hukum Pembakaran Hutan

Dalam mubahatsah yang dipimpin oleh Ketua PC LBM NU Jepara, Ustadz M. Nasrullah Huda, dibincangkan hukum membuka lahan (land clearing) dengan cara membakar hutan. Hadir sebagai narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Hadi Sarwoko SKM, M.Kes.

Dari diskusi para ulama dan kyai, dirumuskan bahwa hukum melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar hutan seperti yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia terutama  di Sumatera dan Kalimantan, serta sesuai dengan kenyataan yang ada di mana terjadi dampak yang sangat nyata dan menimbulkan kerusakan (dlarar) maka dengan merujuk pada kitab-kitab fiqh diputuskan hukumnya adalah haram dan tidak diperbolehkan menurut hukum agama. [Zakariya Anshori/003]