Dramatis, Pesantren Walisongo Juara Lewat Penalti

0
846
Pondok Pesantren Walisoongo Sragen menerima piala. Foto: Ajie

Solo, nujateng.com- Pondok Pesantren Walisongo Sragen, menjadi juara Liga Santri Nusantara (LSN) U-17 Zona Jateng 1, Senin (21/8) sore. Kemenangan Walisongo diperoleh setelah mengalahkan Mambaul Hikmah Selogiri Wonogiri, melalui drama adu penalti dengan skor akhir 6-5.

Pada babak pertama, pertandingan yang digelar di Stadion Kota Barat Solo tersebut berlangsung ketat. Kedua kesebelasan tampak berhati-hati dalam mengembangkan permainan. Namun, gol pun akhirnya terjadi. Berawal dari sebuah pelanggaran yang terjadi di daerah sisi kanan pertahanan Mambaul Hikmah (MH), pemain Walisongo berhasil menceploskan bola, melalui tendangan bebas yang tak dapat diselamatkan penjaga gawang.

Menjelang babak pertama usai, MH hampir saja menyamakan kedudukan, andaikata tendangan bebas salah satu pemain mereka tidak membentur mistar gawang. Babak pertama berakhir, skor 1-0 untuk Walisongo. Di babak kedua, jalannya laga kembali berjalan seru. MH yang tak ingin pulang dengan tangan hampa, terus bersemangat melancarkan serangan.

Akhirnya, serangan mereka berbuah hasil. Memanfaatkan sepakan pojok, sundulan pemain MH berhasil mengoyak gawang lawan. Skor 1-1 dan bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Pertandingan dilanjutkan dengan babak adu penalti. Pada tiga penendang awal tiap kesebelasan, berhasil menuntaskan tugas mereka dengan baik.

Drama terjadi saat beberapa kali pemain mereka gagal memasukkan bola. Pada kesempatan terakhir, tendangan pemain MH melesat ke atas gawang, gagal! Kesempatan tersebut tidak disia-siakan penendang dari Walisongo, dengan tenang ia menceploskan bola ke sudut bawah, dan tidak mampu dijangkau kiper. Gol! Walisongo juara!

Dengan status juara tersebut, Walisongo pun berhak melaju ke babak 16 besar LSN tingkat nasional. MH yang mendapat juara kedua, hanya mendapatkan trofi dan hadiah lainnya.

Sedangkan pesantren lainnya yang kalah ke semifinal, Al-Manshur Popongan dan Al-Barokah Gunting, mendapat juara bersama (juara III). [Ajie Najmuddin/003]