Tradisi Mondok Menurun, RMI Lasem Deklarasikan Gerakan “Ayo Mondok”

0
863
Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI) Cabang Lasem, mendeklarasikan gerakan "Ayo Mondok". Foto: Ahmad

Rembang, nujateng.com- Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI) Cabang Lasem, mendeklarasikan untuk sosialisasi gerakan ayo mondok. Hal ini dilakukan untuk mensinergikan antara program RMI Pusat untuk mengembalikan kultur budaya Nahdlatul Ulama dan pesantren, Minggu (27/9).

Menurut ketua Cabang RMI Lasem Marom Ali dalam sambutanya mengajak kepada ratusan pengurus NU dan Kiyai kultur (Kiyai dari Desa) yang hadir, agar mulai mensosialisasikan gerakan “Ayo Mondok” kepada masyarakat.

“Kami cukup prihatin dengan kondisi yang saat ini, banyak sekali anak muda yang sudah tidak tertarik dengan pondok pesantren. Para orang tua pun sama, mereka lebih suka dengan sekolah umum, tanpa mempertimbangkan moral anaknya sendiri,” terangnya.

Ditambahkan Gus Arom,   mulai merosotnya jumlah santri disetiap pondok pesantren di Lasem, membuat semua pihak harus mulai bergerak untuk menanamkan minat nyantri dikalangan masyarakat, mulai dari pelosok desa sampai  perkotaan.

“Saya sedikit prihatin dengan menurunnya minat kaula muda untuk mondok, nah budaya NU yang sudah menjadi tradisi beratus-tus tahun lamanya sudah semestinya kita hidupkan lagi. Menurut saya mondok merupakan tempat paling menentukan moral generasi,”jelasnya.

Gus Marom berharap, program “Ayo Mondok” yang dicanangkan RMI Lasem mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, terutama pengurus Nahdlatul Ulama dari semua tingkatan, serta ulama kultur atau kiayi dari pedesaan. [Ahmad Asmu’i/003]