Santri dan Pelajar di Lasem Tolak Sekolah 5 Hari

0
828
Pelajar Dan Santri Lasem, Deklarasi Tolak Surat Edaran Gubernur Jateng. Foto:Ahmad

Rembang, nujateng.com- Ribuan pelajar di sekolah Nahdlatul Ulama (NU) dan santri seluruh pondok pesantren menggelar apel serta deklarasi sebagai wujud penolakan rencana diberlakukannya 5 hari sekolah diseluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, Minggu (27/9).

Pengurus IPNU Cabang Lasem, Khoirul Anwar, menjelaskan, apel seribu kader itu sebagai wujud penolakan wacana Gubernur Jawa Tengah yang mulai mengujicobakan sekolah 5 hari dibeberapa daerah. Menurutnya, jika sekolah lima hari dan harus berangkat pagi pulang sore, kemungkinan besar anak tidak mempunyai waktu belajar di madrasah.

“Selain lima hari masuk sekolah, tetapi juga jam pulang sekolah yang menjadi pokok permasalahan karena sampai sore. Jika kami harus bersekolah sampai sore kemungkinan besar anak tidak akan mempunyai waktu untuk mengikuti pendidikan di madrasah,”jelasnya.
Ditambahkan Anwar, jika sekolah 5 hari sangat merugikan anak. Karena waktu belajar mereka dikurangi. Selain itu, jika tambah Anwar jika mereka diforsir untuk belajar hingga sore hari, dengan sendirinya waktu untuk mengaji akan juga terkurangi.

“Kalau sekolah cuman lima hari, kami sebagai pelajar akan merasa dirugikan. Apalagi kalau mereka sampai tidak bisa sekolah madrasah, tentu akan lebih merugikan lagi. Jika kepandaian tidak dibekali dengan ahlak yang baik besar kemungkinan akan melahirkan koruptor,”tuturnya.

Sebagai simbol penolakan seribu pelajar menandatangani lembaran kain putih satu kali lima meter sebagai wijud penolakan. Mereka berharap, dengan adanya penolakan, Gubernur Jawa Tengah mau meninjau ulang surat edaran, yang disebut sebagian pihak dibuat secara sepihak oleh Ganjar Pranowo. [Ahmad Asmu’i/003]