Resep Mbah Witana Saat Menunaikan Ibadah Haji

0
851
Mbah Winata

Semarang, nujateng.com- Usia senja tidak menjadi beban bagi San Witana (91) untuk menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah tahun 2015. Di usianya yang hampir seabad, Mbah Witana, begitu sapaan akrabnya, justru terlihat prima dan bahagia. Bagaimana tidak, cita-cita mulianya itu sudah terwujud setelah ia rela menyisihkan uang hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun.

Kakek yang lahir saat penjajahan Jepang ini tercatat sebagai calon jamaah haji dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Ia bergabung dengan KBIH NU Cilacap dan berangkat melalui embarkasi Solo. “Di usianya yang sudah renta, ia masih tetap enerjik seperti tidak mau kalah dengan yang umurnya lebih muda darinya, bahkan saat ditawari kursi roda untuk alat bantu berjalan ia pun dengan tegas menolaknya,” tutur salah satu anggota Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Jawa Tengah, Nur Shoib, Minggu, 6 September 2015.

Soib menambahkan, Mbah Witana mempunyai resep dan filosofi hidup sangat sederhana, tetapi memiliki dimensi yang sangat luas. Menurutnya, apa bae sak cekape (apa saja secukupnya). “Maksudnya, seluruh aspek kehidupan ini harus dijalani dengan secukupnya, tidak berlebihan juga tidak kekurangan. Ajaran agama pun juga telah memberikan penegasan tentang keseimbangan orientasi dalam kehidupan,” lanjut dia.

Tentu saja, ini merupakan pertama kalinya Mbah Witana menunaikan ibadah haji. Banyak persiapan yang telah dilakukan Mbah Witana menjelang keberangkatannya. Mulai melengkapi persyaratan, kegiatan manasik haji, membaca al-Qur’an hingga persiapan fisik agar tetap bugar. “Jiwa dan raga kita ini seperti alam, kalau sudah tidak seimbang … ngerti kan apa terusane, kaya kue,” pesan Mbah Witana. [Munif Ibnu/003]