MI Ma’arif Keji Terapkan Madrasah Inklusi

0
900
Ilustrasi. Sumber foto : hariansemaranggallery.blogspot.com

Semarang, nujateng.com – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Keji yang berada di Kabupaten Semarang saat ini memiliki 22 siswa berkebutuhan khusus, diantaranya adalah satu anak dengan kebutuhan Autism.  MI Ma’arif Keji merupakan madrasah inklusi yang penyediaan sistem pengajarannya disesuaiakan dengan kebutuhan anak tanpa kebutuhan khusus (ATBK) dan anak kebutuhan khusus (ABK) melalui adaptasi kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan sarana prasarananya.

Menurut penanggung jawab program inklusi sekaligus pendamping inklusi, Ngatinah, mengatakan, dengan adanya Madrasah inklusi anak berkebutuhan khusus (ABK) dapat bersekolah di Madrasah regular yang ditunjuk sebagai Madrasah inklusi.

“Madrasah inklusi merupakan Madrasah yang sistem pengajarannya sama seperti Madrasah reguler dengan adanya guru pendamping didalam kelas. Guru inklusi di MI Keji merupakan guru yang memiliki kemampuan dalam bidang inklusi dan memilik sumber daya yang dapat membantu perkembangan anak ABK kemudian ditambah memiliki keahlian khusus dan bersertfikat/ijazah sebagai guru inklusi,” teranya.

Ditambahkan Ngatinah, keberadaan MI Ma’arif Keji  yang berada di Kec. Ungaran Barat yang notabennya terletak di daerah pedesaan, selain memiliki misi pengentasan buta aksara serta memiliki misi kemanusiaan, dan dengan berkembangnya Madrasah inklusi,  MI Ma’arif Keji diharapkan dapat membantu peserta didik yang berada dalam kondisi ekonomi menengah kebawah.

“Berdasarkan dengan keadaan masyarakat sekitar, maka MI Keji memberanikan diri untuk membuat alternative program dengan membuat program inklusi. Dengan berjalannya program ini tentunya tidak semerta-merta berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, dikarenakan pada masa awal pendirian program inklusi ini  masih banyak orang yang belum mengetahui apa itu inklusi, oleh sebab itulah di 4 tahun terakhir ini program inklusi yang ada di MI Keji berjalan dengan pasif,”jelasnya. [AS/Ilham/003]