KMNU Belajar Memahami Islam Nusantara

0
604
lambang-NU

Semarang, nujateng.com- Islam berkembang di bumi Nusantara dengan prinsip “al-muhafadhatu ‘ala qadimi as-shalih wal akhdzu bi al-jadi al-ashlah” (memelihara dan mengamalkan tradisi yang baik, dan beradaptasi dengan perkembangan peradaban yang baik). Persis seperti  pesan Sunan Kudus, “ojo gumunan lan ojo gampang kepincut” (jangan mudah terkesima, dan jangan mudah terpengaruh).

Kalimat tersebut diungkapkan Abah Hasyim Asy’ari dalam acara diskusi “Membumikan Islam Nusantara di Bumi Diponegoro”, Sabtu, (5/9) di masjid Al-Ikhlas Pondok Pesantren Kyai Galang Sewu.

“Mendiskusikan Islam Nusantara minimal harus paham betul tentang apa itu Islam Nusantara,” ujar Abah.

Dalam sarasehan kawula muda tersebut Abah sapaan akrabnya, berkesempatan melantik pengurus Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) UNDIP yang baru  yaitu Muhammad Syaifudien Bahry sebagai ketua dan Muhammad Annas Najih  sebagai wakil ketua. Sedangkan wakil ketua dua dijabat Rita Sugiarto.

Dan pengurus lainnya yaitu Armila (Sekretaris 1), Muhammad Rizqi (Sekretaris 2), Nurul Istiqomah (Bendahara 1), Zakiyaatus Sariroh (Bendahara 2), Muhammad Rizal (Kadiv putra Amaliyah dan Kajian), Khana Rosyida (Kadiv putri Amaliyah dan Kajian), Fathurrozi (Kadiv putra PSDM), Mega Ariyanti (Kadiv putri PSDM), Muhammad Akhsanil Auladi (Kadiv putra Inforkom), Siti Khasanah (Kadiv putri Inforkom), Muhammad Fajrul Anfal (Kadiv putra Kewirausahaan), dan Ela Safitri (Kadiv putri Kewirausahaan). [AS/003]