Islam Nusantara Sesuai Kebudayaan Nusantara

0
837

Kendal, nujateng.com- Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulamat (IPNU) Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Budi Irwanto,  berkomentar mengenai Islam Nusantara yang menjadi wacana hangat dikalangan masayarakat Indonesia. Ada sebagian yang menolak dan sebagian menerima Islam Nusantara. Alasan penolakan itu dikarenakan istilah Islam Nusantara tidak sejalan dengan keyakinan bahwa Islam itu satu dan merujuk pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

“Islam Indonesia ya Islam Nusantara. Islam yang fleksibel sesuai kebudayaan Indonesia tanpa menghilangkan substansi Islam itu sendiri,” ujarnya melalui pesan tertulis, Jum’at (4/09).

Disinggung soal bagaimana dengan pihak yang menolak istilah Islam Nusantara, menurut Budi hal itu wajar saja dikarenakan masih perlu waktu untuk bisa diterima oleh masyarakat Islam di Indonesia.

“Islam Nusantara Islam asli yang ada di Indonesia sesuai kultur dan budaya yang ada, bukan untuk meng-Arab-kan Indonesia. Akan lain ceritanya jika Nabi (Muhammad) lahir di negeri Indonesia,” tandas Alumni STAINU Temanggung ini.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sukron, Sekretaris IPNU Sukorejo, menurutnya, Islam Nusantara harus disikapi dengan baik dan positif. “Tidak ada kewajiban bahwa Islam di seluruh dunia itu harus sama dengan Islam yang ada di Arab,” Ujarnya [Skn/003]