Cerita Pilu dari Tanah Suci

0
633
Crane yang roboh di sambar badai dan hujan deras di Makkah. Foto: Soib Nur

Semarang-nujateng.com- Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Duka mendalam atas musibah crane ambruk yang menimpa sisi luar dan dalam Masjidil Haram. Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.17 WAS saat sebelum turunnya hujan deras yang mengguyur Makkah dan sekitarnya.

Demikian tulis salah satu anggota Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Jawa Tengah, Nur Shoib, seperti dikutip dalam laman akun facebook-nya, Sabtu (12/9). Shoib menceritakan, jatuhnya alat berat tersebut akibat terjangan badai dan hujan deras di Makkah. Saat kejadian, kata dia, Jemaah haji tengah melakukan persiapan shalat maghrib.

Selain itu, berdasarkan informasi yang diterima, Shoib, mengungkapkan, korban yang tewas sementara berjumlah 87 orang, luka-luka 201 orang. Adapun korban yang meninggal dari Indonesia tercatat dua orang. Mereka berasal dari Medan dan Jabar.

“Doa kita bersama agar yang meninggal khusnul khatimah, yang terluka segera diberikan kesembuhan serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” harap wakil sekretaris Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah itu.

Kendati demikian, kabar berita mengharukan dari area Masjidil Haram, Makkah, ini menyebar begitu cepat di media sosial. Berita kisah pilu tersebut mendapat tanggapan beragam dari para netizen. Salah satunya Muhamad Ngainirrichadl. Membalas Nur Shoib, ia mengatakan bahwa para calon haji yang meninggal dunia itu seperti muslim yang berperang.

“Mereka sahid….semoga kita semua ttp di bawah lindungaNya…mas soib semoga ttp sehat lan kuat dan bs membesarkan hati para jama”ah yg mungkin “trauma” atas kejadian tersebut,” kicau dia.

Hal senada juga ditulis Imam Sardjono. Menurut dia, musibah di tanah suci pada musim haji ini mengingatkan Imam Sardjono saat di terowongan Mina. Walaupun begitu, Imam meyakni kalau semuanya sudah menjadi suratan takdir.

“Kita tdk bs nyalahkan siapa” termasuk kenapa pd musim haji alat berat crane msh dipasang, lagian hujan dg badai deras mengguyur mekah…..,” bebernya.

Lebih jauh, dia menambahkan bahwa hanya doa yang terbaik yang pantas dipanjatkan bersama. “Hanya doa dan pasrah ikhlas smoga mrk pd husnul khotimah dan kluarga tetap tabah dan tetap semangat…..,” pungkasnya. [Munif Ibnu/003]