Arwani Thomafi: Kebijakan Sekolah 5 Hari Perlu Dikaji Ulang

0
813
Aksi kepedulian pelajar dan santri menolak kebijakan sekolah 5 hari yang akan diterapkan Gubernur Jawa Tengah. Foto: Ahmad

Rembang, nujateng.com- Ribuan pelajar dan santri yang melakukan aksi menolak surat edaran Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo  nomor 420/006752/2015 , tentang rencana berberlakuan 5 hari sekolah diseluruh Kabupaten se-Jawa Tengah  didukung penuh oleh anggota Komisi II DPR RI, Arwani Thomafi, Minggu (27/9).

Menurut Thomafi, dirinya meminta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk mengkaji ulang kebijakan pemberlakuan 5 hari sekolah. Kebijakan tersebut sangat mengganggu aktivitas belajar informal yaitu di Madrasah Diniyyah (Madin) yang notabene masuk pada sore hari.

“Mungkin maksud dari Pak Gubernur itu baik, tetapi rencana kebijakan itu masih harus dikaji ulang. Karena tidak semua daerah itu sama. Kebijakan yang akan dijalankan sangat mengganggu kegiatan belajar informal di madarasah diniyah. Padahal semua madin itu masuk pada sore hari,”terangnya.

Ditambahkan Thomafi, banyak dampak yang ditimbulkan atas kebijakan Gubernur yaitu ritme pembelajaran tidak lagi kondusif karena siswa dipaksa menerima pelajaran sampai sore. Padahal, setelah lewat siang hari, para siswa dipastikan kelelahan.

“Jika kebijakan Gubernur dipaksakan untuk dijalankan, maka akan mengganggu proses pembelajaran, kemungkinan berdampak tidak kondusif,”tambahnya.

Sebagai wujud kepedulian aksi, Arwani Thomafi turut hadir mendampingi aksi apel seribu pelajar dan santri yang digelar di halaman SMK NU Lasem kemarin. [Ahmad Asmu’i/003]