Soekarno : Saya Sangat Cinta Kepada NU!

0
779

 

Surakarta,nujateng.com-Kehadiran Presiden RI, pada acara Muktamar NU, tentu mendapat perhatian tertentu dari para muktmarin dan khalayak umum. Berbagai momen dan peristiwa juga mengiringi kehadiran sang pemimpin tertinggi tersebut.

Salah satu yang masih terngiang dalam catatan sejarah, yakni ketika
Presiden Soekarno menghadiri Muktamar NU ke-23 di Kota Surakarta, 28
Desember tahun 1962. Kala itu, karut marut suasana politik di tanah air tengah memanas, seiring berbagai keputusan yang diambil Soekarno, baik di kancah domestik maupun dalam hubungan Indonesia dengan negara lain.

Ketika beberapa elemen kelompok terlibat dalam pemberontakan DI-TII
dan kemudian PRRI Permesta. Meski demikian, hubungan antara Soekarno
dan NU justru semakin erat. Ini dibuktikan dengan pidato Soekarno pada
Muktamat NU ke-23 tersebut.

“Saya sangat cinta sekali kepada NU. saya sangat gelisah jika ada orang yang mengatakan bahwa dia tidak cinta kepada NU. Meski harus merayap, saya akan tetap datang ke mukamar ini, agar orang tidak meragukan kecintaan saya kepada NU!” tegas Soekarno.

Dalam kesempatan tersebut, Bung Karno juga memberikan apresiasi kepada
NU dan Rais Aam KH Wahab Hasbullah, atas gagasannya dalam usaha
merebut Irian Barat.

“Baik ditinjau dari sudut agama, nasionalisme, maupun sosialisme. NU memberi bantuan yang sebesar-besarnya. Malahan, ya memang benar, ini
lho pak Wahab ini bilang sama saya waktu di DPA dibicarakan berunding
apa tidak dengan Belanda mengenai Irian Barat, beliau mengatakan: jangan politik keling. Atas advis anggota DPA yang bernama Kiai Wahab Hasbullah itu, maka kita menjalankan Trikora dan berhasil saudara-saudara,” lanjut Soekarno. [Ajie Najmuddin/003]
Sumber pendukung : – arsip pidato kepresidenan