Soal Jadi Banom, Kader PMII Jateng Tunggu Hasil Kongres Mendatang

0
730
[Foto: Ajie Najmuddin]

Solo, nujateng.com- Hasil putusan Sidang Komisi Organisasi dalam Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang menetapkan bahwa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali masuk menjadi Badan Otonom (Banom) NU, ditanggapi secara beragam oleh para kader PMII di Jawa Tengah.

Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Tengah, Ibnu Aqil mengatakan keputusan tersebut mesti ditanggapi dengan bijak.

“Meskipun Muktamar memutuskan PMII menjadi  Banom NU, bagi PMII belum final. Mekanisme untuk menjadi Banom atau tidak, tetap harus diserahkan dalam Kongres PMII,” katanya kepada nujateng.com, Rabu (5/8).

Hal senada disampaikan oleh Ketua PC PMII Kabupaten Sukoharjo Devid Zainudin, dalam merespon polemik ini. Menurutnya, sampai saat ini belum ada alasan kuat yang tersampaikan kepada PMII, terutama kader di bawah, perihal pentingnya PMII menjadi Banom NU.

“PMII dan NU itu mempunyai AD/ART dan mekanisme masing-masing. Jadi tidak boleh, kemudian secara sepihak memasukkan PMII menjadi Banom NU,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Ketua PC PMII Solo, Ahmad Rodif, pihaknya berharap ketika kelak keputusan ini menjadi kenyataan, maka pola kaderisasi antar keduanya harus disinkronkan.

“Garis organisasi harus jelas, jenjang organisasi Banom NU harus dirapikan kembali, dan harus ada tanggung jawab pendampingan secara lebih dari NU terhadap PMII,” tegasnya.

Rodif menambahkan, jika diambil keputusan sebaliknya, PMII Solo memilih untuk tetap interdepensi dengan NU, dia meminta NU harus bijaksana. Sebab, diakui atau tidak, di mana-mana PMII juga sudah dianggap bagian tak terpisahkan dari NU.

“Dialektika dan tradisi keislaman yang dilakukan PMII juga masih segaris dengan NU, masa depan kader pasca di PMII juga akan tetap berlanjut ke Banom NU, dan kader-kader PMII akan tetap siap member manfaat bagi NU di manapun mereka berada. Apalagi jika kita menengok kondisi struktural NU hari ini, PMII merupakan distributor utama kader penggerak di hampir seluruh Banom NU,” paparnya. [Ajie Najmuddin/002]