Presiden Apresiasi Moderatisme NU

0
756
Presiden Joko Widodo bersama Rais Syuriyah PBNU, Ketua PBNU menyanyikan lagu Indonesia Raya. [Foto: Helmy Faishal]

Jombang, nujateng.com- Presiden Joko Widodo menghadiri pembukaan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 di alun-alun Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2015) malam. Presiden membuka acara yang berlangsung selama lima hari tersebut dengan memukul sebuah bedug.
Jokowi hadir menggunakan baju putih dibalut dengan setelan jas hitam. Ia membawa peci dan mengenakan sarung, pakaian khas warga NU.

Di awal sambutannya, Jokowi ikut membalas plesetan dari ketua panitia yang juga wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Menurut Jokowi, kalau berkunjug ke Jawa Timur harus siap tersenyum lebar.

“Saya kalau ke Jawa Timur senang bertemu Gubernur, wakil gubernur. Dua-duanya lucu. Coba tadi ada hadirin hadirat, hadirin di dalam, hadirat di luar, mana ada yang kayak itu. Pak Wagub ada-ada saja. Jadi ke Jatim banyak tertawanya,” kata Jokowi.

Tema Muktamar “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia” dinilai sebagai tema sangat strategis. Tema itu dipuji sebagai suatu yang positif oleh Presiden.

“NU dan umat Islam punya posisi strategis. Bukan hanya untuk peradaban bangsa, tapi peradaban dunia. Punya cermin keteguhan warga, masyarakat yang menjadikan agama sebagai sumber kedamaian, kemajuan,” ujar Presiden.

NU sudah dikenal sebagai organisasi yang mengedepankan sikap moderat. Jokowi pun berbangga diri berterima kasih pada sosok pendiri NU, KH Hasyim Asyari yang mengajarkan spirit moderatisme.

“NU bisa jadi jembatan peradaban, bukan hanya peradaban antar bangsa jadi wujud dari islam rahmatan lil alamin. Kelahirannya mengedepankan Islam moderat,” tambah Presiden.

Muktamar selain dihadiri ribuan kiai, santri, juga dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia. Selain dalam ruangan utama, warga juga berkumpul di jalan dan empat pondok pesantren yang dijadikan tempat muktamar.

Muktamar dhadiri ibu negara Iriana Joko Widodo, Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri, ibu negara ke-4 Shinta Nuriyah Wahid, Menko PMK Puan Maharani, Menko Polhukam Tedjo Edi P, Menag Lukman Hakim Syaifudin. Selain itu, hadir juga Menteri tenaga kerja Hanif Dakiri, Menteri Desa Marwan Jafar, Menteri PAN RB Yudhi Crisnandi, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pendidikan Anis Baswedan, Menpora Imam Nahrawi, Menristek M Nasir.

Selain itu, Gubernur Jatim Soekarwo, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Wagub Syaifullah Yusuf, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, ketua DPR, Ketua MPR, serta sejumlah duta besar negara sahabat. [Nazar Nurdin/001]