KH Ma’ruf Amin Gantikan Gus Mus Jabat Rais Aam

0
1556
[Foto: Istimewa]

Jombang, nujateng.com- Setelah KH A Mustofa Bisri resmi menjadi Rais Aam Syuriah PBNU periode 2015-2020 melalui musyawarah mufakat atau Ahlul halli wal ‘aqdi (Ahwa) yang dilakukan oleh 9 ulama terpilih, Ahmad Muzaki sebagai pimpinan sidang mengabarkan pesan dari KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) terkait  ketidaksediaan Gus Mus menjabat sebagai Rais Aam. Pesan tersebut disampaikan setelah KH Said Aqil Siroj terpilih menjadi Ketua Umum PBNU periode 2015-2020, Rabu malam (5/8).

Ketidaksediaannya Gus Mus menjadi Rais Aam Syuriah sudah dikabarkan Panitia Daerah Muktamar NU ke-33, Saefullah Yusuf ketika membacakan hasil musyawarah mufakat atau Ahlul halli wal ‘aqdi (Ahwa) yang dilakukan oleh 9 ulama.

“Ketidakmauan Gus Mus adalah bentuk akhlakul karimah, akhlak yang baik, kira-kira begitulah. Kalaupun Gus Mus tetap tidak mau, maka KH Ma’ruf Amin sebagai wakil akan menggantikannya” ujar panitia daerah yang akrab disapa Gus Ipul itu.

Sebelumnya, diberitakan nujateng.com KH A Mustofa Bisri resmi menjadi Rais Aam Syuriah, namun karena Gus Mus menyatakan ketidaksanggupannya mengemban Rais Aam Syuriah, maka secara otomatis KH Ma’ruf Amin yang menduduki wakil Rais Aam Syuriah secara resmi menggantikan Gus Mus.

Berikut isi Surat Gus Mus yang sudah dialihkan dalam bentuk aksara latin:

Bismillâhirrahmânirrahîm
Hadlaratil Afadlil Sadatil Masyayikh Ahlil Halli Wa Aqdi al Aizza’ – hafizhakumullah ta’ala

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wa ba’du
Seperti kita ketahui, muktamar kita sekarang ini diwarnai oleh sedikit kisruh yang bersumber dari adanya dua kelompok yang masing2 menginginkan jagonyalah yang menjadi rais aam. Satu berusaha memengaruhi muktamirin untuk memilih A, satu lagi B. Dan sistem “ahlul halli wal aqdi” dianggap sebagai alat oleh salah satu kelompok tersebut.

Oleh karena itu, demi kemaslahatan jam’iyah, dan sekaligus mengayomi kedua belah pihak yang bersaing tersebut, sebaiknya Ahlul Halli wal Aqdi tidak memilih dua nama yang dijagokan kedua belah pihak tersebut (A maupun B). Jabatan Rais Aam biarlah diserahkan kepada salah satu Ahlul Halli wal Aqdi yang paling mendekati kriteria.

Sedangkan untuk ketua umum tanfidziyah, biarlah rais aam terpilih merestui semua calon agar muktamirin bisa bergembira memilih pilihannya sendiri-sendiri.

Terimakasih dan mohon maaf. [AS/002]