Jamaah “Romli” Menyumbang Kesuksesan Muktamar

0
751
"Rombongan Liar" yang memadati alun-alun Jombang saat pembukaan Muktamar NU ke 33. Foto: AS

Solo, nujateng.com- Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama secara resmi telah dibuka Presiden RI Ir H Joko Widodo, Sabtu (1/8) malam, ditandai dengan alunan bedug yang dipukul sang presiden.

Warga Nahdliyin datang dari berbagai darah secara berduyun-duyun. Mulai dari kalangan pejabat sampai rakyat, kiai beserta santri, peserta resmi dan tak resmi atau biasa dikenal dengan peserta “rombongan liar(romli).

Khusus peserta terakhir romli, selalu muncul dari tahun ke tahun, dari muktamar satu ke muktamar lainnya. Romli merupakan istilah populer, singkatan dari “rombongan liar”. Dikatakan liar, sebab mereka datang bukan sebagai peserta yang mengikuti forum sidang muktamar, akan tetapi mereka hanya datang semata-mata ingin ikut meramaikan, atau bahkan sekedar merasakan semarak muktamar.

Namun, istilah “rombongan liar” yang disematkan pada peserta romli, tidak begitu saja diterima oleh mereka. “Romli itu bukan rombongan liar, melainkan rombongan lillahi ta’ala!” kata Lasimin, salah satu rombongan dari PCNU Sukoharjo, saat hendak berangkat ke Jombang, Sabtu (31/7).

Keberadaan para romli di arena muktamar, sebetulnya juga memberikan banyak manfaat bagi tuan rumah penyelenggara. Mereka para romli memberikan sumbangan yang besar, khususnya bagi perekonomian Kota Jombang dan sekitarnya, dengan meramaikan warung makan, penginapan, transportasi umum dan lain sebagainya. [Ajie Najmuddin/003]