Islam Nusantara Tidak Mengasingkan Kelompok Lain

0
768
Menteri Agama seusai membuka seminar nasional Islam Nusantara. [Foto: Salam]

Jombang, nujateng.com- Masyarakat Indonesia sebenarnya sudah sejak dahulu mengenal istilah Islam Nusantara, yaitu muncul setelah terjadinya perang dunia II. Kalimat tersebut dilontarkan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin dalam membuka Seminar Nasional Islam Nusantara “Mengarusutamakan Konsep dan Gerakan Islam Nusantara”, Minggu (2/7).

Dalam acara yang dilangsungkan di aula Pondok Pesantren Tambakberas itu Lukman Hakim Saifudin menambahkan bahwa Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia dengan identitas budaya, suku dan adat yang sangat plural. Pluralitas masyarakat muslim Indonesia ini ternyata tidak menghalangi mereka untuk hidup damai, saling menghargai, menghormati dan tolong menolong tanpa pamrih.

Bahkan tradisi hidup gotong rotong, tepo seliro dan lainnya. “Gaya hidup yang khas semacam ini tidak lain adalah produk persentuhan antara konsep Islam dengan tradisi luhur penduduk nusantara,”jelasnya. Lukman menegaskan kepada masyarakat untuk tidak khawatir dengan adanya Islam Nusantara, yang nantinya akan menjadi corong bagi oknum tertentu untuk memecah belah persatuan agama dan bangsa.

“Tidak perlu khawatir, karena Islam nusantara bukan mengasingkan kelompok lai bahkan nantinya diproyeksikan dapat menjadi inspirasi positif bagi muslim yang hidup di negara lain,”tegasnya. [Abdus Salam/001]