Gus Ghofur Ingin Semua Kekuatan NU Bersatu

0
1446
Dr KH Abdul Ghofur Maimoen dalam diskusi publik "Spirit Keberagamaan dan Keberagaman di Indonesia” di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Selasa (4/8). [Foto: Ceprudin]

Jombang, nujateng.com- Dr KH Abdul Ghofur Maimoen inginkan semua kekuatan dalam tubuh Nahdlatul Ulama (NU) bersatu. Meskipun secara pemikiran berbeda-beda, kader-kader NU harus tetap bersatu, saling menerima antara kelompok satu dengan yang lainya.

“Dalam tubuh NU itu ada NU garis lurus, NU liberal. Tapi saya harap bisa saling menerima, syukur-syukur kalau bisa sampai besanan,” seloroh kiai yang akrab disapa Gus Ghofur ini dalam diskusi publik “Spirit Keberagamaan dan Keberagaman di Indonesia” di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Selasa (4/8/15).

Dalam diskusi yang menyemarakkan kegiatan Muktamar NU ke 33 di Jombang ini, Gus Ghofur menerangkan kebijakan-kebijakan Nabi Muhammad Saw terhadap orang di luar bangsa Arab. Hematnya, Islam yang diajarkan Nabi tidak fanatik seperti yang digambarkan beberapa kelompok muslim radikal di Indonesia.

“Nabi Muhammad Saw saja tidak fanatik dengan Arab, justru menghormati orang-orang di luar Arab. Nabi sangat menghormati orang luar bangsanya yang luar biasa. Nabi menghormati keberagaman,” tutur putra kelima sesepuh NU, KH Maemoen Zubair ini.

Inti dalam pembicaraanya, NU harus mampu menjadi wadah semua perbedaan. “Intinya dalam Nahdlatul Ulama ini, bagaimana kita menciptakan wadah-wadah yang menaungi perbedaan,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, putri KH Abdurrahman Wahid, Yenny Zanuba Wahid juga menjadi narasumber.

Putri mantan Presiden RI itu mengatakan, ketika setiap keberagamaan diformalkan, maka di situ akan lahir peluang yang akan mengekang keberagaman. “Namun, selama ada NU, bahaya radikalisme di Indonesia tidak akan muncul dan mengancam pada kedamaian dan kenyamanan,” paparnya.  [CP/002]