Dulu, Mencari Sarjana NU Lebih Sulit Daripada Cari Penjual Es Malam Hari

0
781
Martin van Bruinessen (kiri). [Foto: Ubed]

Jombang, nujateng.com- Perumpamaan di atas dituturkan Martin van Bruinessen, peneliti Nahdlatul Ulama (NU). Antropolog kelahiran Utrech, Belanda 10 Juli 1946 itu menyampaikan hal tersebut dalam diskusi memperingati hari lahirnya Gus Dur (4/8) di tengah Muktamar NU di Jombang.

Martin yang meneliti tarekat, pesantren serta aspek-aspek lain di tubuh organisasi bintang sembilang itu mengataka, sebelum tahun 1970-1980an, pendidikan tinggi di kalangan NU hanya untuk elit saja. Pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, pendidikan tinggi meningkat. Mereka yang lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) juga banyak.

“Lulusan madrasah kemudian bisa masuk Institut Agama Islam Negeri). Ada juga sedikit yang masuk perguruan tinggi umum. Dan mereka yang lulus IAIN ini juga kemudian meneruskan studinya di tinggi umum,” terang Martin. Disinilah kemudian pendidikan menjadi kebutuhan yang mulai dipenuhi oleh warga NU.

“Kalau dulu dikatakan, mencari sarjana di NU lebih sulit daripada mencari penjual es di malam hari. Pada 70an (akhir), hal itu tidak lagi terjadi. Sudah banyak warga NU yang bersekolah, dan kemudian melanjutkan kuliah,” kata Martin sembari berkelakar.

Tak lupa, Martin juga mengapresiasi peran Gus Dur dalam situasi tersebut. Kata Martin, Gus Dur banyak berperan dalam melindungi anak-anak muda NU yang melakukan interpretasi terhadap doktrin lama untuk kemudian dicari relevansi dengan konteks kekinian.

“Komunitas-komunitas kajian atau Lembaga Swadaya Masyarakat yang didirikan oleh anak-anak muda NU kerap dijadikan ancaman oleh golongan konservatif, tapi Gus Dur sebagai ketua PBNU saat itu, justru memberikan perlindungan kepada mereka. Ini jasa besar Gus Dur. Karena dengan begitu ada dinamika pemikiran di dalam tubuh NU yang sangat berwarna-warni. Seperti kalau kita melihat Gus Dur itu sendiri, yang sesungguhnya warna-warni. Gus Dur itu ya politisi, budayawan, santri, kyai dan lain-lain,“ jelas Martin. [TKh/001]