9 Nama Anggota Ahwa Ditetapkan

0
728
[Foto: AS]

Jombang, nujateng.com- Berdasarkan hasil musyawarah yang diikuti rais syuriah pengurus wilayah (PW) dan pengurus cabang (PC) Nahdlatul Ulama se-Indonesia, yakni pemilihan Rais ‘Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2015-2020 ditetapkan menggunakan sistem ahlul halli wal ‘aqdi (Ahwa) atau musyawarah mufakat. Dalam Sidang Pleno, Rabu (5/8) siang, diumumkan 9 nama ulama yang akan mengikuti musyawarah itu.

Dipaparkan oleh Panitia Pengarah Muktamar NU Ke 33 KH Yahya Cholil Staquf, sistem pengumpulan 9 nama yang menjadi anggota Ahwa itu berdasarkan pada keputusan Musyawarah Nasional (Munas) yang diselenggarakan pada 14-15 Juni 2015, yaitu setiap wilayah dan cabang masing-masing mengusulkan 9 nama.

“Sesuai Munas ke III Nahdlatul Ulama pada tanggal 14-15 juni 2015, maka Pengurus Besar Nahdlatul Ulama telah meminta kepada Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama untuk menyerahkan usulan nama-nama yang diusulkan sebagai anggota ahlul halli wal ‘aqdi, dan sebagaimana Pasal 5 ayat 2 keputusan Munas tersebut, Pengurus Cabang dan Wilayah telah menyerahkan nama-nama pada saat pendaftaran kemarin,” paparnya dalam Sidang Pleno Muktamar Ke 33 di Alun-alun Jombang Jawa Timur, Rabu (5/8) siang.

Dari nama-nama calon anggota Ahwa yang diusulkan oleh Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang se-Indonesia itu terkumpul 115 nama. Namun, karena anggota Ahwa hanya berjumlah 9, maka yang diambil hanya 9 nama terbanyak yang diusulkan.

9 nama dengan pengusul terbanyak itu; 1) KH Ma’ruf Amin dengan jumlah 333 usulan, 2) KH Nawawi Abdul Jalil dengan jumlah 302 usulan, 3) KH Tuan Guru Turmudzi Badruddin 298 usulan, 4) KH Kholilurrahman 273 usulan, 5) KH Dimyati Rois 236 usulan, 6) KH Syekh Ali Akbar Marbun 186 usulan, 7) KH Maktum Hannan 162 usulan, 8) KH Maimun Zubaer 156 usulan, dan 9) KH Mas Subadar dengan jumlah 135 usulan.

9 nama tersebut akan bermusyawarah memilih Rais ‘Am PBNU periode 2015-2020. Sedangkan Sidang Pleno untuk sementara dihentikan sampai nanti pukul 20.00 WIB di tempat yang sama. [AR/002]