Royani: Cegah Kemungkaran dengan Jalan Kebaikan

0
800

Kendal,nujateng.com- Akhir-akhir ini, Indonesia kembali dihebohkan dengan adanya komunitas Lesbi, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) yang marak diberitakan media. Tak hanya itu, LGBT yang sudah ada sejak tahun ‘90-an inipun sudah berani terang-terangan muncul ke permukaan.

Hal inilah yang Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Royani, S.Pd angkat bicara terkait isu-isu tersebut. Dikatakannya, LGBT di Indonesia ada karena mulai hilangnya amar ma’ruf nahi munkar.

“Sering kali kita lebih gampang melupakan amar ma’ruf nahi munkar,” ungkapnya pada buka bersama PAC IPNU- IPPNU Kecamatan Sukorejo, tidak lama ini.

Ditambahkan Royani, cara menghadapinya adalah dengan tidak mencaci maki dan menghinanya, melainkan dengan cara nahi munkar bil ma’ruf atau mencegah kemungkaran dengan jalan kebaikan.

“Namun cara kita menghadapi komunitas LGBT ini tidak dengan caci maki, melainkan dengan nahi munkar bil ma’ruf,” tambahnya.

Selain itu, dikatakan lulusan UIN Sunan Kalijaga ini, mendirikan komunitas-komunitas seni dan budaya, mampu menangkal kenakalan remaja dan pemuda. Seperti yang ada di kabupaten Kendal grup Sholawat Al-Muqorrobin.

“Selama ini masyarakat Islam di Indonesia masih ragu-ragu untuk berani menampilkan budaya sendiri. Hal ini lah yang memicu munculnya komunitas-komunitas yang tidak selaras dengan Budaya Indonesia,” tandasnya. [Sukron/003]