Posko Mudik Banser Jadi Rumah Toleransi

0
1017
[Foto: GP Ansor Ketanggungan]

Brebes, nujateng.com- Sejak Selasa (14/7) Satuan Koordinator Rayon (Satkoryon) Barisan Serbaguna (Banser) GP Ansor Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes membuka posko mudik di pertigaan jalan raya Ketanggungan yang menghubungkan arah Semarang dan Purwokerto.

Panitia pelaksana posko mudik Banser Ketanggungan, Ahmad Fauzan El-Azizi, menuturkan, posko mudik yang disediakannya sejak dibuka sangat ramai dihampiri para pemudik.

Alhamdulillah, semua Banser sangat semangat. Kami inging membantu para pemudik untuk istirahat. Kami menyediakan mushalla, WC, kamar mandi, dan tempat tidur. Nah karena yang mampir banyak sekali, terpaksa saya bukakan majelis tempat pengajian untuk tidur para pemudik,” tuturnya kepada nujateng.com Kamis (16/7) dinihari.

Menurutnya, posko mudik Banser menjadi pilihan transit para pemudik karena petugas dalam posko ini lebih merakyat, ramah, dan penuh dengan suasana kekeluargaan.

“Kenapa sampai ramai begini, karena orang-orang merasa nyaman. Kalau di poskonya Polisi kadang orang canggung. Nah kalau di sini (posko mudik Banser, red) para pemudik tidak canggung, kita mengayomi, kita buat suasana ini sebagai ajang silaturrahim yang sangat hangat, penuh rasa kekeluargaan,” katanya.

Rumah Toleransi

Posko mudik Banser Kecamatan Ketanggungan menjadi rumah toleransi yang terbuka untuk para pemudik siapapun, tidak hanya para pemudik muslim, tapi non muslim juga banyak yang singgah untuk beristirahat di tempat yang berlokasi di depan mushalla Kauman Kecamatan Ketanggungan ini.

“Kemarin ada serombongan non muslim, Cina-Cina, mampir. Istirahat di sini, di mushalla. Dia mengatakan kepada saya, salut dengan Banser, bukan hanya menolong umat Islam, tapi non muslim pun terlindungi,” katanya, menirukan ungkapan pemudik non muslim itu.

Selain non muslim, menurutnya, kelompok-kelompok keislaman lain yang tidak sepaham dengan NU dalam beragama juga banyak yang ikut serta melepas lelah di posko mudik Banser yang menjadi simbol tolong menolong dan kerukunan dalam kebhinekaan anak bangsa ini.

“Alhamdulillah, Banser bisa bermanfaat untuk masyarakat. Kita sebagai kader muda NU mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa. Tadi ada pemudik yang mau ke Banyumas. Dia cerita, ada posko mudik lain yang disediakan oleh salah satu ormas keislaman, yang boleh mampir hanya yang sepaham saja, yang lain tidak boleh. Kalau di kita (Banser, red) siapapun boleh. Wahabi, Salafi, non muslim, semuanya kita bersaudara asalkan mereka tidak mengganggu,” paparnya.

Pemudik yang melewati jalan raya Ketanggungan sangat banyak, karena selain menjadi jalur alternatif jurusan Semarang dan Purwokerto, juga terletak di pintu keluar jalan tol Pejagan. [AR/002]