Perkuat Aswaja dan NKRI, MWC NU Ketanggungan Gelar Pengajian di Desa-Desa

0
985
Pengunjung pengajian rutin Ahad Manis MWC NU Kecamatan Ketanggungan di Masjid Desa Cikesal Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes, Minggu (26/7). [Foto: Ahmad Fauzan]

Brebes, nujateng.com- Ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) bisa kuat jika NU aktif membina masyarakat dalam beragama. Jadi, melalui jam’iyah NU dengan mengadakan pengajian-pengajian yang diikuti semua masyarakat, kita bisa memperkuat Aswaja.

Hal itu disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah 01 Sirampog Kabupaten Brebes, KH Syaefullah Mukhlas, dalam pengajian Ahad Manis Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes di halaman masjid Desa Cikesal Kecamatan Ketanggungan, Minggu (26/7) siang.

Menurutnya, NU selain menjadi organisasi yang memperkuat ajaran-ajaran Aswaja, juga menjadi benteng pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Jadi, kalau NU hancur, Aswaja lemah, maka NKRI pun hancur,” katanya.

Pengajian Ahad Manis sendiri merupakan salah satu kegiatan bulanan MWC NU Kecamatan Ketanggungan yang diikuti semua pengurus dan warga NU se-Kecamatan Ketanggungan dengan mengambil lokasi acara berpindah-pindah dari satu desa ke desa lain di Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes.

“Acara rutin pengajian Ahad Manis digelar pindah-pindah antar ranting NU se-MWC NU Ketanggungan. Setiap acara pasti yang hadir ribuan warga nahdliyin, dari pengurus ranting NU, pengurus MWC serta Banom NU seperti IPNU, IPPNU, Ansor, Fatayat, Muslimat, serta pasukan Banser. Bulan depan ada lagi, ini kegiatan bulanan, setiap Ahad Manis,” papar aktivis GP Ansor Kecamatan Ketanggungan, Ahmad Fauzan El-Azizi, kepada nujateng.com. [Ahmad Fauzan-AR/002]