Nuzulul Quran, Momentum Mengaji Sejarah

0
1402
Suasana Nuzulul Quran Ponpes Futuhiyyah Mranggen, Demak.FotoBen Zabidy

Demak, nujateng.com- Peringatan Nuzulul Quran hendaknya dijadikan momentum untuk lebih meningkatkan pembelajaran sejarah, karena dengan mempelajari sejarah kita akan lebih bisa meneladani Rasulullah SAW, dimana akhlak Nabi SAW adalah Al Qur’an itu sendiri.

Hal tersebut dikemukakan oleh H. Ahmad Faizurrahman Hanif, saat memberikan sambutan mewakili Pengasuh  Pesantren KH. Muhammad Hanif Muslih saat peringatan malam Nuzulul Quran Ponpes Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jumat malam  (3/7).

“Mengutip apa yang diutarakan oleh Simbah KH. Maimun Zubair Sarang, bahwa sepatutnya para santri tidak lupa mengaji sejarah, tujuannya adalah untuk meningkatkan ketakwaan dan memperoleh keberkahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Faiz menjelaskan terkait tanggal diturunkannya Alquran, para ulama berbeda pendapat. Pendapat paling mashur mengatakan tanggal 17 Ramadhan, tapi ada pula yang menyebut tanggal lain.

“Hal yang penting adalah Nuzulul Quran bukan hanya sebuah kisah nyata yang tak berarti, tetapi kita selaku umat Islam harus bisa meneladani apapun yang ada di dalam Al-Quran, dengan cara mempelajari Alquran, membaca Alquran, mengamalkan Alquran, sampai mentadaburkan Alquran. Bertakwa kepada Allah SWT dan terus menjalankan semua perintahnya juga perintah Nabi Muhammad SAW, salah satunya dengan mengamalkan apa yang tersirat dan tersurat didalam Alquran,” jelasnya.

Sementara itu, KH. Shonhaji Sulaiman mengajak umat islam untuk kembali kepada Alquran, karena fungsi Alquran adalah sebagai petunjuk bagi umat manusia, penjelas dan pembeda yang haq dan bathil.

“Tepat pada malam inilah banyak kejadian-kejadian yang sangat istimewa, hal yang sangat penting sebagai pedoman dan sebagai penuntun bagi umat manusia, yaitu Alquran Al-Karim. Bukan hanya itu saja, turunya Alquran tepat pada bulan puasa, juga banyak riwayat mengataan jika pada malam ini, adalah malam seribu bulan, atau kerap dikenal dengan malam Lailatul Qadar,” tandasnya. [Ben Zabidy/003]