Menteri Agama: Persoalan Awal Ramadan Perlu Diatasai Scara Serius

0
734
Sambutan Menteri Agama di Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren tentang “Upaya Penyatuan Kalender Hijriah”, di Pesantren As-Salam Sukoharjo Jawa Tengah. Foto: Ajie

Sukoharjo, nujateng.com- Penentuan awal Ramadan serta Syawal yang menjadi persoalan tahunan Umat Islam, perlu diatasi secara serius dan bijaksana. Demikian disampaikan Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, dalam sambutannya di depan peserta Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren tentang “Upaya Penyatuan Kalender Hijriah”, di Pesantren As-Salam Sukoharjo, Jawa Tengah, kemarin.

“Kami melihat persoalan ini mesti diatasi secara serius, arif, dan bijak. Karenanya halaqah semacam ini menjadi penting dalam rangka pemerintah bisa mendapatkan masukan bagaimana sebenarnya pandangan para ulama dan pimpinan pondok pesantren dalam melihat persoalan ini,” tutur Lukman.

Lebih lanjut dikatakan putera tokoh NU, KH Saifuddin Zuhri tersebut, penentuan tanggal 1 Ramadan dan Syawal, semestinya tidak diserahkan kepada tiap-tiap individu ataupun organisasi, untuk menentukan sendiri sesuai dengan ijtihad masing-masing.

“Kami harap, ada pihak tertentu  yang diberi kewenangan untuk melakukan penetapan ini, dan ketetapannya bisa diikuti oleh semua pihak,” jelasnya.

Ia juga berharap, untuk penentuan kalender Hijriyah di Indonesia, khususnya penentuan tanggal 1 Ramadan dan Syawal agar dilaksanakan secara bersama-sama.

“Manfaatnya jauh lebih besar kalau ini dapat disamakan. Potensi kemafsadatan dapat dihindari, kalau kita bisa bersama-sama memasuki 1 Syawal ini,” jelasnya.

Dalam acara tersebut, Menag juga hadir untuk meresmikan Observatorium Pondok Pesantren Assalam. [Ajie Najmuddin/003]