Keraton Surakarta Gelar Tradisi Grebeg Syawal

0
796
[Foto: Ajie Najmudin]

Solo, nujateng.com- Keraton Surakarta Jawa Tengah menggelar tradisi Grebeg Syawal, Minggu (19/7). Tradisi ini menandai perayaan Lebaran, yang baru dirayakan pihak keraton, sehari sebelumnya (17/8). Acara tersebut diwarnai dengan kemeriahan para pengunjung yang ikut memperebutkan dua gunungan, Jaler dan Istri.

Menurut Wakil Raja Keraton Surakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger dalam pelaksanaan Grebeg Syawal kali ini tergolong istimewa. Pasalnya, masyarakat umum diperbolehkan untuk turut menyaksikan prosesi upacara adat.

“Keraton dan masyarakat, sebuah kesatuan tak terpisahkan. Mulai kali
ini, masyarakat bisa menyaksikan prosesi keluarnya Gunungan, meski
tentunya ada beberapa aturan yang membatas,” kata Gusti Puger.

Setelah dikeluarkan, Gunungan dikirab mulai Kori Kamendungan sampai ke
Masjid Agung, untuk didoakan. Usai didoakan, Gunungan Jaler yang berisi hasil bumi berupa sayur-sayuran dan lauk-pauk, seperti kacang panjang, terong, tebu, telur, cabai merah, wortel, dan jeruk langsung menjadi rebutan pengunjung.

Sementara itu, Gunungan Estri yang berisi intip, rengginang dengan
dilengkapi bendera merah putih, kembali diarak menuju Puri Kamandungan.

“Gerebeg Syawal ini adalah ungkapan rasa syukur bagi kemenangan bagi
umat Islam usai menjalankan ibadah puasa selama 30 hari. Kita wujudkan
dengan dua gunungan ini,” kata Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton
Solo, Kanjeng Pangeran (KP) Winarno Kusumo. [Ajie Najmuddin/002]