Habib Syech : Takbiran Hidupkan Syiar Islam, Asal Pakai Adab

0
837
Takbir keliling menggunakan trailer di malam takbiran. Foto: Abdus Salam

Solo, nujateng.com- Ramadan sudah berada di penghujung, disusul dengan kedatangan bulan Syawal yang biasanya disambut dengan gegap gempita oleh Umat Islam. Di antara mereka menyambut datangnya malam Hari Raya dengan mengumandangkan kalimat takbir.

Kegiatan mengumandangkan takbir ini, tidak hanya dilakukan di masjid atau mushola. Ragam cara dilakukan masyarakat melakukan kegiatan yang dikenal dengan istilah takbiran ini. Ada yang turun ke jalan dengan berjalan membawa obor (oncor) dan lain sebagainya.

Menanggapi hal ini, Musytasyar PWNU Jawa Tengah, Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf memberikan rambu-rambu dalam pelaksanaan takbiran.nMenurutnya, takbiran merupakan salah satu kegiatan yang dapat menghidupkan syiar Islam.

“Takbiran kita lakukan untuk menghidupkan syiar Islam, tidak mengapa. Tapi juga perlu pakai adab. Jangan joget-joget apalagi pakai minuman keras,” tegasnya pada kajian menjelang sahur di Gedung Bustanul Asyiqin, Kamis (16/7) pagi.

Menurutnya tradisi takbiran semisal dengan membawa oncor dengan melibatkan anak-anak, dapat menanamkan rasa cinta kepada mereka. “Ajak anak-anak, agar mereka memiliki rasa cinta dan gembira akan datangnya Hari Raya,” tutur Pengasuh Majelis Dzikir Ahbabul Musthofa itu. [Ajie Najmuddin/003]