Santri Ponpes Miftahul Huda Sekolah Jurnalistik

1
1166
Para pemateri dalam sarasehan jurnalistik ramadan 2015 di Ponpes Miftahul Huda, Groto Grobogan. Foto. Ahmad Mundzir

Grobogan.nujateng.com- Pondok Pesantren Miftahul Huda, Ngroto Gubug kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada bulan ramadan tahun ini menggelar sarasehan jurnalistik ramadan dengan tema “Gerakan Santri Menulis” yang bekerjasama dengan Suara Merdeka Network, Rabu (24/6).

Acara sarasehan jurnalistik ini, menurut sesepuh jam’iyyah Al Khidmah Jateng dan DIY, KH. Munir Abdullah, bawah dunia tulis menulis sebenarnya sudah dikenal menjamur lama dalam dunia pesantren, terbukti sejak dahulu mereka diajari memaknai kitab dan lain sebagainya.

“Menulis cepat merupakan tradisi santri, seperti saat pesantren kilat ramadan seperti ini” ujarnya dalam sambutan pembukaan sarasehan jurnalistik ramadan.

Lebih  lanjut, dijelaskanknya bahwa sebagian santri terbiasa dikejar target untuk memaknai kitab dalam waktu singkat. Di era serba canggih ini santri harus belajar ilmu tulis menulis umum supaya pikiran santri dapat tersampaikan kepada masyarakat secara luas.

“Ini bagus, namun sekarang santri jangan hanya bisa nulis arab saja” tegasnya.

Menurut wakil pemimpin redaksi Suara Merdeka, Gunawan Permadi, gerakan santri menulis bertujuan menjalin silaturrahmi antara pers dengan kaum sarung dengan misi berdakwah bersama membentengi arus informasi yang semakin tak terkendali.

“Setiap hari ada milyaran informasi bertebaran di dunia ini, namun dominasinya adalah adu domba, radikalisme, sedangkan informasi nilai baik sangat sedikit. Maka kami berharap para santri bisa menuliskan gagasan-gagasannya melalui dunia tulis menulis” terangnya. [Ahmad Mundzir/003]