PWNU Jateng Usulkan Lembaga Penanggulangan Bencana Masuk AD/ART

0
888
Sekretaris PWNU Jateng, Dr KH Mohamad Arja Imroni.

Semarang, nujateng.com- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah akan mengusulkan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim masuk dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU. “Lembaga penanggulangan bencana dan perubahan iklim selaman ini hanya bersidat adhoc (bersifat sementara),” papar Sekretaris PWNU Jateng, Dr KH Mohamad Arja Imroni, usai rapat terbatas persiapan Muktamar, Jumat (12/6/15) di kantor PWNU Jateng, Jl Dr Cipto 180 Semarang.

Usulan ini, katanya, akan dibawa pada Muktamar NU ke 33 pada 1-5 Agustus mendatang di Jombang, Jawa Timur. Soal bencana, NU mempunyai tanggung jawab sosial untuk membantu korban bencana. NU juga mempunyai tanggung jawab sosial untuk menolong korban-korban bencana alam.

“Karena itu, PWNU Jateng mengusulkan supaya lembaga ini masuk dalam AD/ART. Ini penting karena bangsa kita termasuk darurat bencana ketika peralihan musim. Terutama musim kemarau ke musim hujan,” tambahnya.

Usulan PWNU Jateng pada muktamar ini, tidak hanya mengenai lembaga penanggulangan bencana. Namun ada belasan usulan lainya. Diantaranya: 1- Muqaddimah Qanun Asasi (pembukaan undang-undang dasar NU, red) dari Muqaddimah AD/ART untuk muqaddimah AD/ART dibuat secara khusus yang baru. 2- Perubahan rancangan struktur kepengurusan NU dikembalikan seperti semula. 3- Perlu penegasan pedoman organisasi lembaga, lajnah dan banom tidak boleh bertentangan dengan AD/ART. 4- Penamaan lembaga dan lajnah disatukan menjadi lembaga saja dan harus mencantumkan nama NU, demikian juga banom. 5- Pembatasan usia pengurus banom harus tegas demi kepentingan kaderisasi. 6- Memasukkan lembaga penanggulangan bencana ke dalam AD/ART. 7- Pemilihan ketua dan rais PCNU dikembalikan kepada ranting. 8- Penerbitan SK MWCNU dikembalikan kepada PCNU. 9- Penerbitan SK banom harus berdasarkan rekomendasi dari pengurus, serta beberapa usulan lain. [Ceprudin/002]