Potensi Santri di Bidang Jurnalistik Perlu Dikembangkan

0
803
Suasana pelatihan jurnalistik santri di di Gedung SMA Al-Muayyad (23/5). [Foto: Ajie Najmuddin]

Solo, nujateng.com- Belasan reporter santri Majalah Serambi Al-Muayyad (MSA) Pesantren Al-Muayyad mengikuti pelatihan jurnalistik, belum lama ini (23/5).

Acara yang digelar di Gedung SMA Al-Muayyad tersebut dipandu oleh seorang narasumber, yakni redaktur senior MSA, Miftahul Abrori. Dipaparkan Miftah potensi para santri di bidang jurnalistik, masih perlu dikembangkan lebih banyak. Ia juga berpesan kepada para santri, agar pintar-pintar memaksimalkan potensi menulis dan belajar jurnalistik secara mandiri.

“Harus kita akui, kita (para santri) ini masih pemula, masih nol dalam jurnalistik. Namun, sebetulnya sudah punya potensi. Ketika sudah lulus, potensi itu jangan sampai hilang tapi kembangkan. Jangan berhenti menulis. Teruskan bakat dan potensi kalian, apapun jurusan kuliah dan kesibukan kalian nanti,” ujarnya di depan para santri.

Selain itu Miftah mengarahkan peserta untuk mengirim karya ke media, baik karya jurnalistik maupun sastra. “Dari sekian ratus santri Al-Muayyad mengapa sekarang tidak ada yang tampil di koran? Potensi menulis kalau kita maksimalkan dan sekiranya kita mendapat honor kan lumayan. Tulisan kalian sudah bagus. Seperti puisi yang ada di MSA sudah layak masuk koran. Kita bisa mendapat penghargaan atau sesuatu dari kreatifitas itu,” kata alumnus MA Al-Muayyad itu.

Hal yang tak kalah penting, menurutnya seorang reporter membutuhkan kejelian dalam menangkap apa yang diucapkan narasumber ketika menuliskannya dalam bentuk berita. Alat perekam bisa dijadikan solusi agar tidak ada kekeliruan dalam menulis berita.

“Apa yang kita dengar dari wawancara dengan narasumber  terkadang ketika kita tulis tidak sesuai apa yang dikatakannya. Itulah mengapa reporter membutuhkan alat perekam sebagai pengingat yang bias didengarkan ulang lalu ditulis agar tidak ada kekeliruan,” terangnya.

Pelatihan ini, selain untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik santri juga dimaksudkan untuk persiapan penerbitan MSA edisi 8 yang akan terbit bulan Ramadan depan. [Ajie Najmuddin/002]