Pesantren Kilat Ramadan, Wadah Silaturrahim Pesantren dengan Masyarakat

0
705
Pengajian pesantren kilat ramadan bersama warga. Foto: Ahmad Mundzir

Grobogan,nujateng.com- Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, Brabo Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah, mengadakan, pengajian pesantren kilat ramadan bersama warga selama 8 hari dimulai pada hari, Minggu (29/06) bertempat di serambi masjid Al Muhajirin komplek pesantren yang dirikan oleh Kiai Syamsuri Dahlan tersebut.

Wakil ketua pesantren, Muhammad Minanul Aziz, mengatatakan bahwa acara ini digelar sejak kepengasuhan Simbah Drs. KH. Ahmad Baedlowie Syamsuri, Lc, yaitu setiap tanggal 12 hingga 18 Ramadan.

Ditambahkan Gus Shofi dalam ceramahnya, media mengaji pesantren kilat ini diharapkan juga sebagai wadah silaturrahim antara pesantren bersama masyarakat.  Selain itu pengasuh pondok  pesantren Sirojuth Tholibin ini menceritakan  bahwa suatu ketika ada lelaki sedang berjalan menuju kenalannya. Di tengah perjalanan, ia mendapat sapa dari seorang pria tak dikenal.

“Maaf, Anda akan ke mana ya?”.  Dijawab, “akan mengunjungi saudaraku”.

“Adakah engkau mempunyai hubungan kerabat dengannya?” dijawab, “Tidak”

“Apakah engkau mempunyai tanggungan hutang padanya”, dijawab, “Tidak”

“Kemudian, apa motifasimu bersilaturrahim ke sana”, dijawabnya, “Aku cinta kepadanya dan bersilaturrahim ke sana karena Allah”

Lalu pria penanya tersebut menyahut, “Katahuilah, bahwa aku ini sebenarnya adalah malaikat, aku informasikan kepadamu bahwa Allah telah memastikanmu berhak mendapatkan surga”

Lebih lanjut Gus Shofi mencontohkan, suatu ketika Kiai Bisyri Musthofa mengundang para kiai datang ke kediamannya. Setelah semua tamu datang dan dijamu sebagaimana layaknya, ada yang matur kepada ayah Gus Mus tersebut, “Mbah, kami diundang ke sini katanya untuk sebuah acara penting. Sebenarnya ada acara penting apa sih?”. Kemudian Kiai yang terkenal dengan sebutan Kiai Mbeling itu menjawab “Lho, undangan pentingku ya ini, kumpul-kumpul silaturrahmi ini bukankah tidak penting?” [Ahmad Mundzir/003]