MWCNU Terbaik Se-Jateng Punya Agenda Pilkanu

1
1033
Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sukaharjo Kabupaten Wonosobo. [Foto: Shoib Nur]

Semarang, nujateng.com- Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah telah menetapkan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sukaharjo Kabupaten Wonosobo sebagai MWCNU terbaik dalam lomba MWCNU teladan tingkat Jawa Tengah tahun 2015.

Ada banyak faktor yang menjadikan MWCNU ini bisa menempati peringkat pertama dalam perlombaan. Selain tertib dalam administrasi, MWCNU Kecamatan Sukoharjo juga memiliki perkantoran, aset, manajemen ketatausahaan, dan berbagai kegiatan rutin menarik yang dapat mendidik masyarakat dengan baik.

“MWCNU Sukoharjo Kabupaten Wonosobo punya tanah dan bangunan 3 lantai, sertifikat wakaf, rencana penataan kantor banom dan lembaga, penjaga, komputer dan jaringan internet, tertib administrasi. Di antara kegiatannya, ada pertemuan Ahad Pon, rapat bersama triwulan. Semua lembaga dan banom juga aktif. LPNU, LBM, Ma’arif, LDNU, LAZISNU, Lakpesdam, LTMNU, Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU, dan IPPNU, semuanya aktif,” kata panitia lomba MWCNU teladan tingkat Jateng, Shoib Nur, di Kantor PWNU Jateng, Jl Dr Cipto 180 Semarang, Minggu (14/6).

Selain itu, ada hal menarik yang jarang ditemui di daerah-daerah lainnya, yaitu MWCNU Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo punya agenda Pemilihan Ketua Nahdlatul Ulama (Pilkanu) tingkat ranting.

“MWC ini punya Pilkanu ranting (pemilihan ketua NU tingkat ranting, red) secara langsung. Bahkan, saya cek, saya tanyakan langsung kepada yang biasa menyelenggarakan Pemilu, KPU, partisipasi warga NU dalam memilih ketua NU di tingkat ranting partisipasi pemilihnya sangat besar, melebihi partisipasi dalam Pemilu maupun Pilkada. Dalam Pilkanu juga ada kampanyenya,” tutur Wakil Sekretaris PWNU Jateng itu.

Tapi, kata Shoib Nur, kampanye dalam Pilkanu tidak seperti kampanye dalam Pilkada. Jika kampanye dalam Pilkada untuk mengajukan dirinya, dalam Pilkanu untuk mengajukan orang lain. “Dalam kampanyenya, kiai A menyampaikan ‘pilih lah kiai B, beliau ‘alim, baik, dan pujian-pujian lainnya’, sedangkan kiai B menyampaikan sebaliknya, ‘jangan pilih saya, saya tidak pantas, pilih lah kiai A, beliau wira’i, ‘alim, dan seterusnya’. Jadi kalau dalam kampanye Politik, kampanye supaya dipilih, dalam Pilkanu, kampanye supaya tidak dipilih,” paparnya.

Sekretaris PWNU Jateng Dr KH Mohamad Arja Imroni, menuturkan, apabila model kampanye ala Pilkanu MWCNU Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo ini diterapkan dalam pemilihan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), pasti menjelang muktamar tidak akan ada isu-isu miring yang menimpa para kiai. “Saya membayangkan, kalau tradisi seperti ini dipraktikkan dalam pemilihan PBNU mungkin akan lebih baik,” katanya.

MWCNU terbaik se-Jawa Tengah ini juga punya banyak usaha, antara lain biro umroh PT Al-Ikhwan Wisata, produksi makanan ringan, dan yang lainnya. Sedangkan dalam bidang pendidikan, punya 3 Roudlatul Athfal (RA/TK), 2 Madrasah Ibtida’iyah (MI), 2 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 2 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dalam bantuan sosial punya santunan LAZISNU dari CSR KSM dan aghniya (orang-orang kaya, red).

“Kegiatan-kegiatan ke-NU-an di ranting semuanya jalan. Bahkan membentuk Kader muharrik (penggerak, red) masjid/musholla dan melakukan papanisasi masjid/mushola,” terangnya. [AR/002]