Menag Berusaha Seragamkan Awal Ramadlan

0
740
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin ceramah dalam acara "Halaqah Pengembangan Leadership Pimpinan Pondok Pesantren" di Hotel Aston Semarang, Sabtu, (13/6). [Foto: Ceprudin]

Semarang, nujateng.com– Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin mengupayakan awal Ramadlan tahun 2015 atau bersamaan dengan 1436 H ini bareng, alias tidak ada yang berbeda. Ia telah mendatangi kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta dan kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Jakarta. Serta telah menemui dan menjalin komunikasi intensif dengan seluruh ormas Islam di Indonesia.

Diwawancarai usai membuka “Halaqah Pengembangan Leadership Pimpinan Pondok Pesantren” yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Agama Islam Kemenag RI di Hotel Aston Semarang, Sabtu, (13/6) Menag mengatakan akan terus berupaya serius membuat semua ormas Islam menyepakati kalender hijriyah agar tidak ada lagi perbedaan.

“Kami mengupayakan serius agar setiap awal Ramadlan bersamaan. Juga untuk hari lain. Kami usahakan titik temu untuk menyepakati pembuatan kalender hijriyah,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, para ahli ilmu falak dan astronomi telah dia kumpulkan dan diminta kajiannya. Kemenag ingin menawarkan standarisasi penentuan tanggal qomariyah agar dengan metode apapun bisa dihasilkan mufakat.

Dari usulan yang telah dikaji, standarisasi yang diharapkan itu meliputi penentuan berapa derajat ketinggilan hilal, berapa lama ketentuan hilal dilihat, dan model penghitungan maupun pengamatannya. Apabila sudah bisa disepakati dan menjadi standar, maka ia yakin tidak akan ada lagi perbedaan.

“Kami usulkan ada standar yang bisa disepakati. Misalnya ketinggian derajat hilal. Semua metode penghitungan dan pengamatan ingin kami musyawarahkan agar tiada lagi perbedaan,” tandasnya penuh harap.

Meski pemerintah dan elemen umat Islam terus berupaya untuk menyatukan pandangan, kata dia, apabila masih ada kelompok atau perorangan yang memiliki pedoman berbeda dan menerapkan perhitungannya sendiri, ia harap hal itu tidak dijadikan konsumsi publik. Melainkan untuk dipakai sendiri. Namun ia berharap pihak yang berpotensi berbeda mau ikut bergabung rembugan dengan musyawarah ormas Islam yang terus digelar Kemenag.

Lebih lanjut ia menegaskan, sidang itsbat (penetapan awal Ramadlan, red) tahun ini akan digelar tertutup, sesuai masukan dari pelbagai ormas Islam. Sidang akan digelar pada 18 Juni mendatang, di Jakarta.

“Kami akan gelar sidang itsbat tanggal 18 Juni nanti. Sidangnya tertutup sesuai masukan dari ormas-ormas Islam,” pungkasnya. [Ichwan/002]