Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Walisongo Meninggal Dunia

2
1315
Jenazah al-marhum Prof Dr KH HM Muchoyyar, HS dibawa ke Masjid Kampus I UIN Walisongo untuk disemayamkan sebentar sebagai penghormatan terakhir kepadanya, Senin (8/6). [Foto: KS]

Semarang, nujateng.com- Tak seperti biasanya, Senin (8/6) Perumahan Bukit Walisongo Permai Ngaliyan dipadati para kiai, tokoh NU Jawa Tengah, pejabat kampus UIN Walisongo Semarang, dan masyarakat setempat. Tahlil dan isak tangis gemuruh bersamaan, semuanya merasa berduka atas wafatnya guru besar ilmu tafsir UIN Walisongo Semarang, Prof Dr KH M Muchoyyar, HS.

Suami dari Koordinator Kesehatan dan Lingkungan Hidup Muslimat NU Jawa Tengah Hj Choiriyah Muchoyyar itu, wafat pada Senin (8/6) pukul 06.45 WIB di Paviliun Garuda RSUP Dr Kariadi Semarang.

Banyak yang merasa kehilangan atas wafatnya pria kelahiran Tangerang 13 Desember 1942 itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abu Hapsin, Ph.D, mengaku bahwa dirinya sangat merasa kehilangan dan berduka.

“Pak Muchoyyar orangnya santun, terbuka, suka menolong, membantu, apalagi kalau buat kepentingan orang yang sedang mencari ilmu, sangat semangat membantunya. Saya atas nama pribadi dan pengurus NU Jawa Tengah mengucapkan bela sungkawa. Semoga semua jasa al-marhum yang diberikan untuk keluarga, teman, jam’iyah, umat, agama, bangsa, diterima di sisi Allah Swt. dan diampuni dosa-dosanya, allahummaghfir lahu,” tuturnya.

Ketua LPPOM MUI Jawa Tengah itu, wafat meninggalkan banyak kesan di mata anak muda nahdliyin. Sekretaris PW Lakpesdam NU Jawa Tengah, Tedi Kholiludin, mengatakan bahwa al-marhum selain memiliki jasa besar dalam membimbing masyarakat, juga punya kontribusi besar bagi kemajuan Islam Nusantara.

“Beliau punya jasa besar dalam kajian Islam Nusantara. Penelitian akademiknya banyak mengkaji tentang guru para pendiri bangsa, Mbah Saleh (KH Saleh Darat, red), seperti disertasinya yang berjudul Muhammad Shaleh al-Samarani: Studi Tatsir Faid ar-Rahman, dan sejumlah penelitian ilmiah lainnya, baik dalam bentuk buku maupun artikel, banyak mengkaji Mbah Saleh Darat,” katanya.

Jenazah Prof Muchoyyar dimakamkan di TPU Desa Bulumanis Kecamatan Margoyoso Pati setelah disholati di Masjid al-Muhajirin Perumahan Bukit Walisongo Permai Ngaliyan Semarang, dan disemayamkan sebentar di Masjid Kampus I UIN Walisongo Semarang sebagai bentuk penghormatan terakhir kepadanya. Allahummaghfir lahu, warhamhu, wa’afihi wa’fu ‘anhu. Al-Fatihah. [AR/002]