Empat Pilar Menjamin Kerukunan dalam Multikulturalisme

0
839
NU, IPNU dan IPPNU

Semarang, nujateng.com– Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Jawa Tengah dan
Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPNU-IPPNU) Jawa Tengah bekerjasama  dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, menggelar sosialisasi empat pilar, Ahad (22/6).

Hadir pada kegiatan tersebut, anggota MPR RI, Drs. Zainut Tauhid Sa’adi dan sekretaris PW LAKPESDAM NU Jawa Tengah, Dr. Tedi Kholiludin. Acara dibuka oleh Ketua PWNU Jawa Tengah, KH. Abu Hafsin, Ph.D.

Drs. Zainut Tauhid Sa’adi menjelaskan, bahwa empat pilar bukan hanya hasil politik saja, namun lebih dari itu. Empat pilar (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI) merupakan hasil dinamika keberagamaan dalam konteks keindonesiaan.

“Maka dari itu, empat pilar tidak ada yang bertentangan sedikit pun dengan ajaran agama. Justru, ajaran agama diejawantahkan dalam bentuk empat pilar untuk menjamin kerukunan dalam multikulturalisme,” terang anggota MPR RI itu.

Ancaman Radikalisme
Di sisi lain,   Tedi, sapaan akrabnya menambahkan bahwa kian hari, paham radikalisme atas nama agama kian berani.

“Mereka tidak hanya mengharamkan amaliyah nahdliyyah saja, tetapi juga menganggap bahwa Pancasila dan pemerintah merupakan thaghut sehingga patuh kepadanya adalah haram,” terangnya.

Kondisi ini tentu saja mengganggu stabilitas nasional. Maka dari itu, lanjut Tedi, menjaga empat pilar ini merupakan kewajiban bagi setiap warga Negara, khususnya bagi warga NU.

“Menjaga empat pilar merupakan perjanjian antara warga Negara dengan para pendahulu dan pembangun NKRI,” tegas alumni UKSW Salatiga ini.

Program sosialisasi empat pilar ini merupakan wujud komitmen PW IPNU IPPNU Jawa Tengah sebagai garda terdepan untuk mengawal NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 sehingga masyarakat Bhinneka Tunggal Ika dapat selalu terwujud. [Saifuddin, Ajie/003]