Ekonomi Nahdliyin Perlu Ditumbuhkan

0
712
Jagongan Merapi, salah satu rangkaian acara “Sadranan Merapi” yang diadakan oleh Pengurus Cabang GP Ansor Klaten (1-2/6). [Foto: Nur Syahid]

Klaten, nujateng.com- Salah satu rangkaian acara “Sadranan Merapi” Pengurus Cabang GP Ansor Klaten yang dipusatkan di Dukuh Ngremeng Kidul, Tlogowatu Tlogowatu, Kemalang, Klaten Jawa Tengah, belum lama ini (1-2/6), membahas kearifan lokal dalam penanganan bencana alam dan pemanfaatan potensi alam.

Dalam kegiatan diskusi sederhana yang bertajuk “Jagonga Merapi” tersebut menghadirkan beberapa narasumber antara lain Pandu Wira Bangsa (ketua Tim SAR Klaten), Kyai Majidun (Budayawan, Tokoh Merapi Magelang), Mujiburrahman, (ketua Tanfidiyah PCNU Klaten).

Pembicara pertama, Pandu wira Bangsa mengungkapkan pentingnya peran pemuda NU, yang dalam hal ini para kader GP Ansor agar mengetahui seluk beluk perihal evakuasi bencana alam.

“Semua perlu mengetahuinya, mengingat Klaten menempati ranking ke-3, daerah paling berbahaya di wilayah Jawa Tengah,” ungkapnya.

Pihaknya juga berharap adanya kerjasama antara pemuda Ansor dan tim SAR Klaten dalam penanggulangan bencana.

Sedangkan Kyai Majidun sebagai salah satu tokoh merapi di daerah Magelang mengungkapkan banyaknya potensi alam di Merapi yang bisa dimaksimalkan oleh warga sekitar dan menjadi lahan penghidupan.

Tak berbeda dengan pembicara pertama, ia kuga menitipkan pesan kepada para Pemuda Ansor. “Ansor semoga benar-benar menjadi seperti Ansor di era Rasulullah, yang siap sedia memberikan uluran tangan kepada warga yang membutuhkan, termasuk dalam hal ini ketika terjadi bencana erupsi gunung Merapi,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Tanfidziah NU Klaten, Mujiburrahman, menyampaikan perihal besarnya potensi ekonomi mikro warga Nahdliyin yang belum trgarap secara maksimal. “GP Ansor bersama NU Klaten mari bersama-sama untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi warga Nahdliyin dengan menggali potensi tersebut,” ujarnya.

Keesokan harinya, para peserta diskusi mengadakan acara ziarah ke beberapa makam para ulama dan tokoh NU di sekitar Merapi. [Ajie Najmuddin/002]