Anggota Dianiaya, GP Ansor Solo Datangi Polresta

0
1144
GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama Kota Surakarta mendatangi Markas Polresta Solo (4/6). [Foto: M Anwar]

Solo, nujateng.com- Buntut dari penganiayaan terhadap salah satu anggotanya, Kamis (4/6) kemarin, puluhan anggota GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama Kota Surakarta mendatangi Markas Polresta Solo. Sebelumnya, mereka juga mendatangi Markas Polsek Serengan dan Polsek Laweyan.

Ketua Korwil Banser Karesidenan Solo Raya, Ali Mahbub, menjelaskan perihal kedatangan mereka ke Mapolresta. “Kami kesini ingin silaturahmi sekaligus ingin mengadu terkait anggota kami yang sempat dianiaya oleh sekelompok pemuda pada pertengahan Mei lalu. Namun, sampai saat ini belum ada tindakan riil untuk menindaklanjuti laporan ini,” terangnya.

Sementara itu, dipaparkan Ketua GP Ansor Solo, peristiwa bermula ketika seorang anggota Banser yang berprofesi sebagai tambal ban bernama Roni (26) dituduh memiliki miras oleh seorang pemuda yang diketahui berinisial Q.

Tuduhan tersebut sebetulnya tak terbukti, Roni tidak memiliki minuman yang memabukkan seperti yang dituduhkan. Q pun pergi. Namun tak berselang lama, Q datang kembali dengan membawa puluhan temannya mendatangi rumah Rony dan melakukan sweeping. Lebih parahnya lagi, Rony juga dihajar dan tempat usaha menghidupi keluarganya turut dirusak.

“Setelah kejadian tersebut, korban melaporkan ke Polsek Serengan. Selang beberapa hari, karena tidak ada perkembangan positif kami mengantar saudara Roni untuk melapor ke Polsek berbeda, yakni Polsek Laweyan,” terangnya.

Lantaran perkembangan dinilai lambat, maka pihaknya berinisiatif untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polresta Solo. “Kami berharap dengan aksi ini, dapat memberikan tekanan kepada pihak kepolisian, agar segera mengusut dan menuntaskan kasus ini,” tegasnya. [Ajie Najmuddin/002]